Kasus Satpol PP Bobol ATM, Artajasa Bantah Terjadi di ATM Bersama

Kompas.com - 20/11/2019, 17:38 WIB
Ilustrasi mesin ATM Thinkstock.com/uncle_daengIlustrasi mesin ATM

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Artajasa Pembayaran Elektronis ( ATM Bersama) membantah kasus pembobolan rekening yang dilakukan anggota Satpol PP terjadi di jaringan ATM mereka.

Corporate Secretary Artajasa Zul Irfan menjelaskan, transaksi yang dilakukan oleh oknum Satpol PP dilakukan di jaringan ATM lain.

"Transaksi-transaksi tersebut bukan dilakukan di jaringan ATM Bersama. Jadi tampaknya karena brand/merk ATM Bersama sudah demikian common di masyarakat, sehingga kalau melakukan transaksi di ATM beda Bank, dikatakan bahwa itu dilakukan di ATM bersama," ujar Zul ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2019).

Sebagai infromasi, selain Artajasa, di Indonesia terdapat beberapa perusahaan switching lain yang beroperasi di Indonesia, seperti PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama), Rintis Sejahtera (ATM Prima), PT Daya Network Lestari ( ATM Alto), dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN).

Selain itu ada pula perusahaan switching asing yang beroperasi di Indonesia, yaitu Visa, Mastercard, Unionpay, dan Japan Credit Bureau (JCB).

Baca juga: Ini Modus Oknum Satpol PP yang Kuras ATM Bank Swasta

Dengan demikian, Zul pun menegaskan bahwa pembobolan dana ATM senilai Rp 31 miliar tersebut di luar tanggung jawab Artajasa.

"Seperti yang mbak diketahui kan penyedia layanan ATM Switching di Indonesia kan bukan hanya Artajasa atau ATM Bersama, tapi ada beberapa perusahaan lain juga menyediakan layanan yang sama, dan bank juga terhubung ke lebih dari 1 penyedia layanan," ujar Zul.

Zul pun menjelaskan, sangat mungkin terjadi kasus pendebetan dana melalui ATM tanpa mengurangi dana yang ada di rekening nasabah.

Namun demikian, menurut dia prosesnya cukup rumit dan teknis. Hal tersebut menurut dia harus diantisipasi oleh pihak bank, serta perusahaan switching.

"Dari sisi teknis, hal ini memang mungkin dan biasanya termasuk yang harus diantisipasi dalam pengembangan sistemnya," ujar dia.

Baca juga: Soal Pembobolan Bank DKI, Ini Komentar OJK

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X