Bhima: Ahok Masuk BUMN Pasti Bukan karena Pertimbangan Ekonomi, tapi Politik

Kompas.com - 21/11/2019, 17:23 WIB
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira  di Jakarta, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPeneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengendus pemilihan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai petinggi di BUMN mengandung unsur politis.

Dia menilai, Ahok dipilih bukan untuk memperbaiki kinerja bisnis perusahaan BUMN.

“Masa orang yang enggak punya kapasitas di BUMN, enggak punya track record di bisnis bagian migas yang benar-benar mempuni tiba-tiba dicaplok gitu saja. Pasti pertimbangannya  bukan ekonomi, tapi politik,” ujar Bhima di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Ahok Dinilai Bukan Sosok yang Tepat Berantas Mafia di BUMN

Menurut dia, masih banyak sosok lain yang lebih berpengalaman di bisnis BUMN yang pantas menduduki posisi penting di perusahaan plat merah besar seperti Pertamina dan PLN selain Ahok.

Namun, dia enggan menjelaskan siapa sosok yang cocok menjadi petinggi di Pertamina dan PLN itu.

“Emang enggak ada orang lain dengan indikator tadi yang lebib cocok dibanding Ahok?” kata Bhima.

Baca juga: Stafsus Kementerian BUMN: Lihat Dulu Kerja Ahok, Jangan Bawa-bawa Politiklah...

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X