Gebrakan Menteri Erick Thohir di BUMN

Kompas.com - 22/11/2019, 09:20 WIB
Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AErick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).


BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) dalam UU No. 19 Tahun 2003 adalah suatu badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pemerintah dan berasal dari kekayaan negara.

BUMN memiliki peran sangat penting dalam menyediakan lapangan kerja dan pelayanan pemenuhan kebutuhan masyarakat, baik dalam bidang layanan barang dan jasa, serta dikenal sebagai sektor vital kehidupan masyarakat Indonesia, karena memiliki modal dan jaminan dari negara.

Tata kelola 142 BUMN dengan total pengelolaan aset 8200 triliun menjadi bagian penting penopang perekonomian negara.

Pengelolaan BUMN tidak melulu profit oriented namun lebih dari itu, BUMN memiliki kewajiban melayani publik.

Meskipun demikian, seperti kita saksikan bersama, pengelolaan BUMN, seringkali terhambat berbagai peraturan dan birokrasi, kurang profesional, tidak efisien, sering merugi, dan memonopoli di sektor-sektor vital.

Kisah pimpinan BUMN yang tertangkap KPK, perusahaan-perusahaan yang merugi, energi listrik yang padam belasan jam, dan isu radikalisme di tubuh BUMN serta persoalan-persoalan lainnya, memperlihatkan bahwa pengelolaan BUMN memberikan sinyal untuk segera dibenahi.

Erick Thohir dan visi Jokowi

Visi Presiden mengenai pembangunan infrastruktur berkelanjutan, fokus pada SDM, investasi seluas-luasnya, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN yang fokus, tampaknya sedang diimplementasikan oleh Menteri BUMN baru yang berasal dari kalangan profesional.

Nama Erick Tohir menjadi perhatian setelah suksesnya perhelatan Asean Games 2018 lalu, dalam aspek penyelenggaraan, prestasi, ekonomi dan administrasi.

Kreativitas dan semangat kebangsaan yang terlihat dalam kesuksesan acara bergengsi tersebut tampaknya menjadi salah satu alasan pengusaha ini diberi kepercayaan menjadi Menteri BUMN selain kepiawaiannya di dunia usaha.

 

Erick Tohir dapat membangkitkan kebanggaan dan kesadaran sebagai bangsa Indonesia yang seperti tiba-tiba terbangun selama event berlangsung padahal saat itu sedang terjadi keterbelahan di masyarakat karena perbedaan pilihan menjelang pilpres.

Kemeriahan dan efek kejut dalam opening ceremony menurutnya adalah faktor kunci kesuksesan sebagai bentuk selebrasi yang menunjukkan identitas Indonesia.

Langkah “berlari” Erick Tohir sejak diangkat menjadi menteri mengundang perhatian publik melalui target-targetnya mewujudkan visi presiden, misalnya, menghubungkan pulau Jawa dengan kereta api, dan pengelolaan aspek vital BUMN lainnya sebagai sektor utama pendukung pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pencapaian visi lainnya.

Gebrakan Erick Thohir

Perubahan yang paling disoroti dalam langkah Menteri BUMN saat ini adalah reformasi birokrasi untuk menciptakan budaya baru di BUMN yang menguatkan spirit good corporate governance di lingkungannya.

Erick melakukan perubahan struktur organisasi BUMN dengan mengangkat dua wakil menteri dan menghilangkan semua pejabat eselon 1.

Wacana-wacana baru digulirkan dalam usaha menciptakan budaya baru terhadap perusahaan milik negara yang konon menjadi salah satu tumpuan perekonomian Indonesia karena fungsinya sebagai sumber pendapatan negara.

Kejutan lainnya dalam perubahan budaya organisasi yang berusaha dilakukan di antaranya rekrutmen pimpinan BUMN yang dilakukan secara lebih terbuka.

Erick Tohir melakukan semacam “uji publik” tak formal terhadap calon-calon pimpinan BUMN, sebagai sebuah terobosan baru dalam tata kelola BUMN.

Tentu saja perubahan terhadap budaya yang sudah diusung dalam waktu lama akan mengundang reaksi, dukungan maupun resistensi terhadap kebijakan baru tersebut.

"Uji publik" secara terbuka, di satu sisi, memungkinkan masyarakat ikut serta memberikan masukan terhadap calon pimpinan BUMN. Sementara di sisi lain tentu saja menimbulkan pro kontra.

Seperti halnya Presiden Jokowi yang memperkenalkan secara unik para calon menterinya, Erick juga memperkenalkan sejumlah tokoh yang digadang-gadang bakal memimpin unit usaha BUMN.

 

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.PRIYOMBODO Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, mantan komisioner KPK Chandra Hamzah, dan politisi partai Golkar Rizal Mallarangeng. Masing-masing dari mereka memiliki citra tersendiri di mata publik.

BUMN, yang sebelumnya dikenal sebagai badan usaha dengan pimpinan (Dirut dan Komisaris) utusan dari kelompok bisnis tertentu atau partai politik yang memiliki vested interest yang tinggi, kini tampaknya akan mengalami perombakan besar-besaran.

Terlepas dari gencarnya pro dan kontra, sebagai menteri, Erick  dituntut melakukan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bisa solid secara internal untuk mencapai visi yang ditetapkan presiden.

Tantangan lainnya yang cukup signifikan yaitu menciptakan budaya tata kelola yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel dalam menghadapi perubahan budaya berbisnis dalam era ekonomi digital yang amat pesat berkembang.

Persaingan maupun potensi pelambatan ekonomi global yang pasti menuntut setiap perusahaan memiliki kondisi yang optimal sebagai penggerak perekonomian Indonesia.

Dalam sektor pelayanan publik, BUMN juga ditantang untuk memiliki budaya ramah (hospitable culture) seperti disampaikan salah seorang staf ahli BUMN, Bambang Eka Cahya.

BUMN harus memiliki kemampuan memberikan pelayanan optimal kepada setiap stakeholders sebagai orientasi hospitality strategis yang mencakup kepentingan berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, politik, negara maupun lingkungan.

Erick tampaknya tengah membuka ruang bagi publik secara luas untuk turut berpartisipasi dalam mengawasi tata kelola BUMN yang dipimpinnya, sebuah angin segar dalam tata kelola perusahaan milik negara yang banyak silang sengkarutnya.

Keberanian Erick mengubah budaya organisasi, melakukan restrukturisasi, dan “uji publik terbuka” bagi calon pimpinan perusahaan patut diapresiasi.

Harapan kita sebagai anak bangsa ke depan, BUMN dibangun dengan tata kelola yang baik, memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, tugas berat Erick Tohir lainnya adalah mengikis karakter koruptif, birokratis, dan semangat mementingkan kepentingan kelompok tertentu di dalam tubuh organisasi yang dipimpinnya.

Kita masih menunggu langkah kejutan berikutnya…

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X