Penggunaan Teknologi Informasi di Sektor Ritel Diproyeksikan Tumbuh hingga 2021

Kompas.com - 23/11/2019, 08:02 WIB
Ilustrasi ahli IT iStockphoto/scyther5Ilustrasi ahli IT

JAKARTA.KOMPAS.com - International Data Corporation (IDC) memperkirakan anggaran penggunaan teknologi informasi pada sektor ritel akan tumbuh 17 persen per tahun hingga 2021.

Ini menjadikan sektor ritel menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat untuk belanja teknologi di Indonesia.

IDC memperkirakan sektor ritel akan memprioritaskan transformasi digital untuk meningkatkan business operations, customer engagement dan pemahaman yang lebih baik tentang referensi berbelanja konsumen.

Sebagai bentuk dukungan untuk menginkatkan inklusi ekonomi digital, WIR Group sebuah perusahaan pengembangan teknologi robotic mengadakan pertemuan para pelaku usaha dalam acara Disrubto 2019. Acara ini akan mempertemukan startup, korporasi modal ventura dan instusi keuangan, baik lokal maupun global.

Mengusung tema ‘The Future of Humanity’ acara ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana teknologi yang diadaptasi dan berkembang begitu cepat pada kehidupan manusia di masa depan namun tetap mengedepankan sisi humanity.

Michael Budi, CEO & Co Founder WIR Group, mengatakan bahwa WIR Group beroperasi dengan prinsip bisnis fundamental melihat ajang ini sebagai pemanfaatan digital reality dalam beragam sektor, terutama sektor yang ingin bertransformasi.

“Sepanjang perjalanan kami bekerja sama dengan beberapa pemimpin industri di Indonesia diantaranya Alfamart, Kimia Farma, Electronic City, PHRI, PPJI, dan Awadah Group (berafiliasi dengan NU),” kata Muchael di Plaza Indonesia, Jumat (22/11/2019).

Michael juga mengatakan, industri ritel merupakan salah satu industri yang memiliki pertumbuhan tercepat yang menuntut diferensiasi dalam pengalaman mengkonsumsi dan berbelanja. Oleh sebab itu, teknologi digital reality akan menjadi solusi strategis dalam pengembangan bisnis dan transformasi.

“Teknologi digital retail bersifat inklusif karena bisa diterapkan di beragam sektor seperti fintech, kesehatan, agrikultur, transportasi dan pelayanan informasi di bandara serta lainnya,” jelas Budi.

Namun, menciptakan platform teknologi baru tidak hanya memberikan manfaat tetapi juga memberdayakan masyarakat dari manfaat yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi yang selaras dengan humanity.

Daniel Surya selaku Executive Chairman & Co Founder Disrubto mengatakan bahwa teknologi tidak semerta-merta hanya demi kepentingan perusahaan semata, melainkan juga bermanfaat bagi umat manusia.

“Adaptasi teknologi yang saat ini mendorong masyarakat agar lebih adaptif. Apalagi anak jaman sekarang sangat inovatif, jadi lebih kepada humanity provit yang harus diperhatikan,” ungkap Daniel.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X