Jadi Komut BTN, Chandra Hamzah Diharapkan Tularkan Integritas dan Kredibilitas

Kompas.com - 25/11/2019, 06:07 WIB
Mantan Komisioner KPK, Chandra Hamzah menghadiri undangan pertemuan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMantan Komisioner KPK, Chandra Hamzah menghadiri undangan pertemuan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menunjuk mantan anggota KPK, Chandra Hamzah sebagai komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ( BTN).

Terkait hal itu, Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) mengharapkan integritas dan kredibilitas Chandra Hamzah bisa ditularkan ke dalam manajemen bank pelat merah itu.

"Pengalaman dan keahlian Pak Chandra Hamzah memang tidak beririsan langsung dengan dunia perbankan, tapi untuk integritas dan kredibilitas harus dapat ditularkan ke dalam pengelolaan manajemen BTN ke depan sebagai modal untuk mendorong BTN lebih baik," ujar Peneliti Indef Abra PG Talattov seperti dikutip dari Antara, Minggu (24/11/2019).

Baca juga: Chandra Hamzah soal Jabatan di BUMN: Tebak-tebak Buah Manggis

Menurut dia, tujuan utama penunjukan Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama BTN kemungkinan bukan dari sisi bisnis, tapi untuk mendorong BTN menjadi lebih tertata, khususnya terhindar dari kegiatan korupsi sehingga kontribusi BUMN tersebut kepada masyarakat dapat lebih terasa.

"Ada harapan bunga KPR (kredit pemilikan rumah) dapat lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Diharapkan Chandra Hamzah dapat memberikan solusi terhadap pembiayaan itu," ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, masuknya Chandra Hamzah di BTN juga untuk mengawasi akuntabilitas perseroan baik dari sisi manajemen maupun keuangan agar lebih transparan dan akuntabel.

Baca juga: Suprajarto, Mantan Dirut BRI yang Tolak Jadi Dirut BTN

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan Chandra Hamzah yang punya latar belakang hukum cocok untuk memimpin BTN.

"Pak Chandra Hamzah latar belakangnya hukum, kita tahu di BTN sekarang ada isu-isu yang kurang baik tentu harus dilihat secara hukum, apalagi ini ujung tombak pembiayaan perumahan rakyat nasional, kalau tidak sehat tidak bagus, apalagi ke depan ada program anak muda usia 25-35 tahun bisa mendapat akses perumahan atau pegawai negeri yang usianya muda, kita akan pindah ke ibu kota baru, kalau tidak ada fasilitas rumah bagaimana?" jelas Erick.

Bank BTN kemungkinan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB pada akhir November 2019 antara Rabu (27/11/2019) atau Kamis (28/11/2019) untuk menetapkan Chandra Hamzah sebagai komisaris utama (komut).

"Kalau tidak Rabu ya Kamis," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Baca juga: Jabat Direktur Utama BTN, Ini Profil Pahala Mansury

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X