Toyota Gelontorkan Rp 28 Triliun untuk Investasi Mobil Listrik Pada 2020

Kompas.com - 25/11/2019, 15:22 WIB
Toyota HiAce Baru saat dinaiki Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmi Suwandy KOMPAS.com/RulyToyota HiAce Baru saat dinaiki Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmi Suwandy
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA,KOMPAS.com – PT Toyota Astra Motor (TAM) mengungkapkan akan menggelontorlan dana Rp 28 triliun untuk investasi tahap dua mobil listrik di Indonesia pada 2020. Investasi tersebut untuk membangun atau mengembangkan pabrik, peralatan dan perakitan mobil listrik.

“Jadi itu mulai terlaksana tahun depan, investasi dan komitmen Toyota Group tahun depan tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar, tapi juga sebagai industri perkembangan otomotif,” kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy dalam Workshop Wartawan Industri dan Otomotif 2019 di Menara Astra, Jakarta Pusat Senin (25/11/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa beberapa tahun lalu saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), investasi pertama Toyota untuk mobil listrik adalah sebesar Rp 20 triliun. Namun setelah melakukan evaluasi pada 2019 ini, investasi Toyota naik menjadi Rp 28 triliun dengan masa kesepakatan hingga 5 tahun ke depan atau hingga tahun 2024.

Baca juga: Kembangkan Mobil Listrik, Hyundai Investasi 1 Miliar Dollar AS ke Indonesia

Sebelumnya saat mejalani pertemuan di Jepang beberapa waktu lalu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berkomitmen bahwa pengembangan mobil listrik harus berlanjut. Namun menjadi hal yang mustahil mencapai target angka 20 persen penggunaan mobil listrik jika mengandalkan produk impor.

“Karena untuk mencapai target pemerintah 20 persen dengan hanya mengandalkan produksi sekarang yang rata-rata impor dengan harga Rp 500 jutaan saya rasa tidak mungkin, harus ada lokaslisai produk dan harga yang menjadi konsen masyarakat untuk bisa digunakan di Indonesia,” kata Anton.

Hingga saat ini, Anton mengaku bahwa TAM masih menunggu detail mobil, spesifikasi dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Jika aturan sudah jelas, maka investasi tersebut bisa dijalankan untuk pembangunan pabrik dan pengembangan produk mobil listrik ke depannya.

Baca juga: Punya Mobil Listrik? Ini Tarif Charge di SPKLU Milik PLN

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X