Ahok Jadi Komut Pertamina, Angin Segar untuk Para Direksi

Kompas.com - 26/11/2019, 13:28 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di tubuh PT Pertamina (Persero) dianggap bisa memberi angin segar bagi jajaran petinggi di perusahaan minyak plat merah itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman. Menurut Ferdy, dengan adanya Ahok, para Board Of Director (BOD) bisa bekerja secara profesional mengolah bisnis hulu-hilir di Pertamina.

“Di Pertamina itu banyak sekali intervensi non-korporasi, termasuk dari mafia migas yang tak ingin Pertamina memperbaiki manajemen hulu agar produksi minyak dan gas naik,” ujar Ferdy dalam keterangn tertulisnya, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Pulang dari Korsel, Erick Thohir Mau Cuci Gudang Petinggi PLN

Mafia migas, lanjut Ferdy, tak ingin direksi- direksi Pertamina berjuang membangun kilang-kilang migas dalam negeri, seperti peremajaan kilang Cilacap atau kilang Balongan, karena menutup ruang gerak meraka mencari untung dari impor migas.

“Intervensi non-korporasi juga bisa datang dari politisi atau DPR yang sering meminta jatah dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana Tunjangan Hari Raya (THR) melalui pintu belakang,” kata Ferdy.

Atas dasar itu, Ferdy menilai penetapan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina dianggap sebagai langkah yang tepat. Sebab, Ahok memiliki pengalaman dalam melawan politisi dan birokrat yang mencoba bermain-main memburu rente dari keuangan daerah.

“Ahok tak diragukan ditakuti para mafia dan politisi karena dia bersih, berani, teliti dan detail. Apalagi di Pertamina secara psikologis, Ahok adalah orang terdekat Presiden Jokowi. Keberadaan Ahok sebagai Komisaris Utama memberikan jaminan keamanan kerja bagi direksi. Direksi semestinya tak takut lagi dengan intervensi non-korporasi di Pertamina,” ucap dia.

Baca juga: Saat Ahok Menjawab Para Pengkritiknya...

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan alasan Erick Thohir tak menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Menurut Arya, Erick Thohir lebih menginginkan posisi direktur utama pada perusahaan minyak pelat merah itu diisi oleh orang yang lebih paham di dunia minyak dan gas.

Sementara itu alasan Erick Thohir menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina karena menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta itu mempunyai integritas yang tinggi dalam melakukan pengawasan.

“(Pertamina) ini harus kencang, jadi butuh pengawasan, kemampuan Pak Ahok,” kata Arya.

Baca juga: Ikuti Ahok, Susi dan Jonan Akan Jadi Petinggi di BUMN?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X