Sri Mulyani: Kalau Ketemu Saya Minta Duit Melulu, Jangan...

Kompas.com - 27/11/2019, 12:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019) Dokumen Biro KLI Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019)
|

DEPOK, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara blak-blakan saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (27/11/2019).

Termasuk membongkar kebiasaan pejabat atau orang-orang yang kerap datang kepadanya sambil membawa embel-embel program penting untuk meminta anggaran.

Karena sudah terbiasa, perempuan yang kerap disapa Ani itu pun berseloroh meminta orang-orang yang datang kepadanya tak lagi membawa embel-embel tersebut.

Baca juga: Sedihnya Sri Mulyani Saat Tahu Ciputra Telah Berpulang...

"Ada orang kalau ketemu saya (minta) duit mulu. Jadi kalau ketemu saya, jangan bilang 'Bu penting, Bu,'. Saya sudah biasa saja dengan kata penting," ujar Sri Mulyani.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, pekerjaan pemerintah sudah terlalu banyak dan memakan waktu untuk mengerjakan semuanya sendiri. Apalagi setiap orang, kata dia, selalu mengatakan semuanya penting untuk dibenahi secepat mungkin.

"Ada yang minta jalan macet diselesaikan, ada yang ingin internet itu ada, ada yang ingin akses air bersih harusnya ada di semua pelosok, ada yang minta supaya pesawat tempur kita bagus. Jadi everybody say penting," ucap wanita yang kerap disapa Ani ini.

Baca juga: Ketua Apindo: Pengusaha Properti Ciputra Meninggal Dunia di Singapura

"Sosial penting, jurnal, kesehatan, pendidikan, apalagi sekarang ada Mas Nadiem penting banget, Menteri PUPR penting, Menteri Pak Prabowo penting banget. Semuanya penting," kata  Ani.

Sri Mulyani pun menyoroti pihak swasta yang ia sebut tak mau membangun proyek dasar (basic) yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia. Alhasil, pemerintahlah yang turun tangan membangun.

"Sanitasi, air bersih, saluran air, itu basic, tapi important. Dan itu swasta enggak ada yang mau ngebangun, yang bangun pemerintah," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Mengenang Ciputra, Pengusaha Sukses yang Memulai Usaha dari Garasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.