Gerah Ditanya Anggaran, Sri Mulyani Sebut Lebih Baik di Dalam Rumah

Kompas.com - 27/11/2019, 14:03 WIB
Kemenkeu, Sri Mulyani, sebelum pelantikan kabinet Jokowi di Jakarta, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.com/Kristianto PurnomoKemenkeu, Sri Mulyani, sebelum pelantikan kabinet Jokowi di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati nampaknya sudah gerah oleh setiap Kementerian/Lembaga (K/L) dan institusi lain yang kerap meminta anggaran ketika bertemu dirinya di manapun.

Dalam kuliah umum di depan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), dia membagikan cerita saat pihaknya mendapat keluhan dari salah satu lembaga riset dan perguruan tinggi.

"Setiap kali saya datang ke perguruan tinggi memberikan kuliah rektornya selalu bilang 'Bu, kami enggak ada endowment fund (dana abadi). Pokoknya saya kalau ke mana-mana ngomonginnya duit aja. Capek, kan?" kata Sri Mulyani di UI Depok, Rabu (27/11/2019).

Tak sampai situ, dia juga menceritakan pengalamannya saat menengok bayi baru lahir di salah satu rumah sakit.

Baca juga: Sri Mulyani: Kalau Ketemu Saya Minta Duit Melulu, Jangan...

Begitu mengetahui Menteri Keuangan datang ke rumah sakit, para direktur ikut menemui. Tujuannya tak lain meminta fasilitas dan anggaran lebih banyak.

"Saya pergi ke rumah sakit nengokin ada ibu-ibu melahirkan. Begitu tahu ada Menteri Keuangan nengokin, semua direkturnya ikut datang. Begitu saya lihat bayinya, senang, kasih selamat, pas keluar "Bu, tagihan BPJS belum ada. Bu, alat rumah sakitnya tolong tambahin," cerita Ani.

Karena banyaknya pihak yang membicarakan anggaran, Ani akhirnya berseloroh lebih baik menteri keuangan diam di dalam rumah.

"Ya itu semua. Kayaknya menteri keuangan mending di dalam rumah aja deh, tenang," candanya.

Lebih lanjut soal anggaran, Pemerintah telah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) 2020 sejak bulan Maret 2019. Dalam APBN, telah banyak anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan dana sosial. Jumlahnya mencapai Rp 1.000 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani: Presiden Jokowi Ambisius, tapi Tak Andalkan Utang

Ani menjelaskan, pemerintah telah mengalokasi sekitar Rp 508 triliun untuk pendidikan yang sebagian besar mengalir ke daerah.

Angka itu dialokasikan untuk beragam beasiswa dan rehabilitasi. Belum lagi untuk dana abadi dan dana riset.

Sementara untuk kesehatan, pemerintah telah mengalokasi Rp 132 triliun. Begitu pun untuk belanja sosial sebesar Rp 372 triliun.

"Kalau pendidikan dan kesehatan saja dijumlahin sudah Rp 640 triliun. Ditambah belanja sosial Rp 372 triliun. Sehingga kamu bisa imagine untuk belanja manusia itu Rp 1.000 triliun," pungkasnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X