Disaksikan Jokowi, BKPM-Hyundai Teken Investasi Rp 21,8 triliun ke RI

Kompas.com - 27/11/2019, 14:16 WIB
Presiden Jokowi dan Hyundai Motor Company usai menandatangi MoU di Korea Selatan Presiden Jokowi dan Hyundai Motor Company usai menandatangi MoU di Korea Selatan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Bahlil Lahadalia resmi menandatangani nota kesepahaman rencana investasi dengan Presiden & CEO Hyundai Motor Company (HMC) di Korea Selatan, Selasa (26/11/2019).

Bahlil Lahaldia mengatakan HMC akan berinvestasi sebesar 1,549 milliar dollar Amerika atau setara dengan Rp 21,8 trliun.

" Investasi ini lebih besar dari prediksi awal sebesar 1 milliar dollar Amerika," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Bahlil mengatakan, realisasi investasi HMC di Indonesia akan dilakukan dua tahap yaitu pada tahun 2019-2021 dan tahun 2022-2030.

Pada fase pertama Hyundai akan fokus pada investasi pabrik pembuatan mobil dan akan mengekspor setidaknya 50 persen dari total produksi.

Baca juga : Jokowi Kembalikan Seluruh Perizinan Investasi ke BKPM, Menteri Harus Cabut 40 Aturan

 

Fase kedua akan fokus pada pengembangan pabrik pembuatan mobil listrik, pabrik transmisi, penelitian dan pengembangan, pusat pelatihan dan produksi Hyundai akan dieskpor sebanyak 70 persen.

"Hyundai akan mulai produksi tahun 2021 dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun," lanjutnya.

Dengan adanya investasi ini Bahlil berharap dapat memberikan nilai tambahan yang besar untuk perekonomian Indonesia dan membuka 3.500 lapangan pekerjaan.

Selain itu Hyundai juga memaksimalkan penggunaan bahan baku dalam negeri seperti bahan baku baterai dari Morowali dan ban dan karet dari dalam negeri.

Diwaktu yang bersamaan Direktur Promosi Sektoral BKPM, Imam Soejoedi, mengatakan rencana pengembangan mobil listrik ini disambut dengan baik.

"Saat ini ada beberapa perusahaan yang mengembangkan industri baterai dan mengenai rencana ini disambut baik oleh perusahaan seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN) ," tambahnya.

Imam juga menjelaskan ada beberapa pabrikan baterai kendaraan listrik asal negara Asia Timur yang sedang didekati oleh Pemerintahan Indonesia untuk membangun fasilitas produksi dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi global untuk baterai listrik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X