Dengan Mobil Listrik, Kadin Yakin RI Jadi Produsen Otomotif Utama ASEAN

Kompas.com - 27/11/2019, 16:42 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berkesempatan menjadi produsen utama otomotif di Kawasan Asia Tenggara dengan mengupayakan pengembangan kendaraan listrik.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Johnny Dermawan, mengatakan optimis untuk mencapai target tersebut.

Jhonny memaparkan pada tahun 2018 yang lalu, produksi kendaraan Thailand telah mencapai 2,1 juta unit dan Indonesia baru bisa mencapai 1,3 juta unit berdasarkan data ASEAN Automative Federation atau Federasi Otomotif ASEAN.

Produksi kendaraan Thailand pun lebih berdaya saing di pasar global, dengan porsi ekspor yang mencapai 53 persen dari jumlah produksi tahun lalu.

Baca juga: Mobil Listrik dan LCGC Diyakini Bersaing Ketat Pada 2025

Sementara produksi kendaraan Indonesia lebih banyak dipasarkan di dalam negeri dengan porsi 74 persen dan ekspornya baru mencapai 26 persen.

"Memang saat ini Indonesia berada di bawah Thailand dari sisi produksi ataupun ekspor otomotif. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 bisa menjadi langkah awal untuk menjadikan Indonesia pemain utama kendaraan listrik di ASEAN," ujarnya di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Kekayaan material atau sumber daya alam memungkinkan Indonesia menjadi produsen komponen utama mobil listrik, yaitu baterai lithium.

"60 persen biaya produksi kendaraan listrik ada pada baterai. Dari sisi ini saja Indonesia sudah memiliki daya saing yang kuat, karena jika komponen baterai diimpor dari luar biaya produksinya akan sangat mahal," lanjutnya.

Baca juga: Ini Sejumlah Masukan terkait Kebijakan Mobil Listrik yang Digagas Pemerintah

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Bambang Brodjonegoro mengatakan, motor listrik yang akan diproduksi secara massal akan lebih banyak.

Akan tetapi, sekarang masih dalam tahap komersialisasi dan berharap tahun 2021 sudah siap.

"Kalau motor listrik sekarang masih komersial semoga aja tahun depan atau 2021 bisa terealisasi dan kalau mobil listrik juga ikut dikembangkan namun tidak sefokus motor," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X