Genjot Penyaluran Kredit, Bank Mantap Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Kompas.com - 27/11/2019, 17:53 WIB
Ilustrasi bank ShutterstockIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri Taspen ( Bank Mantap) mencatatkan obligasi perdana sebesar Rp 1 triliun yang merupakan Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap 1 tahun 2019.

Bertindak sebagai penjamin emisi yakni Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas dan Danareksa Sekuritas. Dalam penerbitan obligasi tahap 1 ini, Bank Mantap mencatatkan permintaan sebesar Rp 2,8 triliun, setara 2,8 kali melebihi target yang diharapkan dari para investor.

Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menyatakan, jumlah emisi dalam dua seri obligasi PUB Tahap 1 yang ditawarkan, Seri A dengan kupon 7,90 persen bertenor 3 tahun dengan  nilai emisi Rp 700 miliar. Adapun Seri B dengan kupon 8,20 persen bertenor 5 tahun dengan nilai emisi Rp 300 miliar.

“Para investor pemegang obligasi ini akan mendapatkan pembayaran kupon pertamanya pada tanggal 20 Februari 2020 untuk Seri A dan 26 Februari 2020 untuk Seri B, selanjutnya Bank Mantap secara rutin membayar kupon tiap triwulan sekali," kata Nurkholis dalam keterangan resmi, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: Milenial Sumbang Peran Terbesar dalam Pemanfaatan Teknologi Perbankan

"Pada PUB tahap I ini komposisi emisi yang dimiliki oleh investor institusi sebesar 99 persen dan investor ritel sebesar 1 persen," imbuhnya.

Direktur Bank Mantap Paulus Endra S menambahkan, obligasi tersebut digunakan dalam rangka mendukung ekspansi bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit.

Target indikatif penyaluran kredit perseroan hingga akhir tahun 2019 sebesar Rp 20,46 triliun atau tumbuh 31,9 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Hingga akhir Oktober 2019 baki debet kredit sudah mencapai Rp 19,47 triliun.

“Secara segmentasi, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen pensiunan yang mencapai 37,4 persen menjadi Rp 18,14 triliun pada akhir bulan Oktober 2019," sebut Endra.

"Diharapkan penyaluran kredit tersebut menjadi mesin utama perseroan dalam memperoleh laba diakhir tahun dengan proyeksi sebesar Rp 400 miliar atau meningkat sekitar 22 persen secara tahunan," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X