Masa Depan Industri Kelapa Sawit RI Ada di Tangan Milenial

Kompas.com - 28/11/2019, 16:40 WIB
Perkebunan kelapa sawit Adolina milik PT Perkebunan Nusantara IV di Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018). ARYA DARU PANGAYUNANPerkebunan kelapa sawit Adolina milik PT Perkebunan Nusantara IV di Sumatera Utara, Kamis (22/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih menilai masa depan industri kelapa sawit Indonesia berada di tangan generasi milenial. 

"Kita sudah sukses di old farm-nya, namun di hulunya ini merupakan tugas kalian (milenial)" ucapnya saat berada di acara Sawitpreneur di Balai Kartini, Kamis (28/11/2019) 

Ia yakin generasi milenial mampu membawa Indonesia tak hanya menjadi raja sawit dunia, namun juga menjadi raja industri oleokimia dunia (produk olahan sawit).

Keyakinan Bungaran Saragih bukan tanpa alasan, sebab ia menilai industri sawit masih sangat luas sehingga bisa dijadikan lahan kreativitas oleh generasi milenial. 

Baca juga: Airlangga Bahas Sawit dengan Mahathir Muhammad

" Industri sawit masih terus berkembang, meskipun sudah banyak produk-produk yang sudah dihasilkan sawit, namun banyak yang belum dihasilkan dari sawit," ucapnya

Bungaran juga percaya kalau Indonesia mampu menjadi produsen bensin hijau yang dihasilkan dari sawit-sawit Indonesia. Bensin hijau yang dimaksud yakni bahan bakar dengan campuran minyak kelapa sawit.

Sebagai informasi, data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menyebutkan, sebanyak 59 persen perkebunan kelapa sawit dikelola perusahaan dan 41 persen dimiliki masyarakat pada 2019.

Adapun perkebunan kelapa sawit yang dikelola masyarakat telah menyediakan 2,3 juta lapangan pekerjaan.

Baca juga: Jokowi: Daripada CPO Didiskriminasi Uni Eropa, Lebih Baik Dipakai Sendiri

Kontribusi eskpor sawit tak kalah dari batu bara. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan, sawit menyumbang ekspor sebesar 18,9 miliar dollar AS atau setara Rp 265 triliun pada 2018. Tiga terbesar negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia adalah India, Uni Eropa dan China.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi kelapa sawit (minyak sawit dan inti sawit) 2018 adalah 48,68 juta ton, terdiri dari 40,57 juta ton minyak kelapa sawit (crude palm oil/ CPO) dan 8,11 juta ton minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO).

Jumlah produksi tersebut berasal dari perkebunan sawit rakyat sebesar 16,8 juta ton, perkebunan besar negara 2,49 juta ton, dan perkebunan besar swasta 29,39 juta ton.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat, 70 persen dari produksi sawit 2018 dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan ekspor dan 30 persen sisanya untuk konsumsi dalam negeri.

Baca juga: India akan Batasi CPO dari Malaysia, Ini yang Dilakukan Mahathir

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X