Pergerakan Rupiah Terbatas, Ada Pengaruh Trump Teken UU Hong Kong

Kompas.com - 28/11/2019, 19:55 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah sore tadi ditutup menguat pada penutupan pasar spot Kamis (28/11/2019). Mengutip Bloomberg, rupiah naik 7 poin atau 0,02 persen pada level Rp 14.092 per dollar AS dibanding penutupan Rabu Rp 14.099 per dollar AS.

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, pergerakan rupiah pada hari ini cenderung sempit. Hal ini menurutnya akibat kekhawatiran investor terhadap kelanjutan kesepakatan dagang.

"Pergerakan rupiah mendatar hari ini. Bergerak di kisaran sempit, hanya 13 poin. Tapi masih dekat kisaran atas karena kekhawatiran terhadap kelanjutan negosiasi dagang pasca Trump menyetujui RUU HAM Hong Kong," kata Ariston kepada Kompas.com.

Baca juga: Rencana Kerja Sama Hong Kong dan AS Berpotensi Tekan Laju Rupiah

Selanjutnya Ariston menilai bahwa pergerakan yang cukup terbatas ini juga mengikuti pasar AS yang saat ini memasuki masa reses.

"Sementara pergerakan yang mendatar mungkin juga mengikuti pasar AS yang sedang libur dan thanksgiving," jelasnya.

Dari mata uang Asia, dollar Hong Kong terlihat menguat tipis 0,01 poin atau pada level 7.826 per dollar AS. Sementara itu, Yen Jepan juga menguat 0,07 poin pada level 109 per dollar AS.

Baca juga: MarkPlus Conference Kembali Digelar, Catat Tanggal dan Lokasinya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X