Cerita Sri Mulyani Sebarkan Surat Cinta Nadiem ke Jajaran Kemenkeu

Kompas.com - 29/11/2019, 07:43 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sempat tersentil dengan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Pidato Mendikbud tersebut sempat viral beberapa waktu lalu.

"Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas," ujar Nadiem dalam pidatonya.

Sri Mulyani mengatakan, hal yang menyentilnya ketika Nadiem dalam pidatonya mengungkapkan, guru kerap dibebani dengan tugas-tugas administratif, salah satunya keuangan, sehingga kerap tak fokus dalam tugas mengajar.

Baca juga: Sri Mulyani ke Nadiem: Its Not About the Money...

"Saya lihat di surat cinta Nadiem, guru-guru mendapat beban kegiatan pertanggungjawaban keuangan, saya sempat agak tersentil," ujar dia ketika memberi paparan dalam acara KOMPAS100 CEO Forum di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut memaparkan, dirinya bahkan telah mengirimkan pidato Nadiem tersebut ke jajaran pegawai Kementerian Keuangan.

Menurut Sri Muyani, dari pidato tersebut, kementerian/lembaga (K/ L) bisa belajar lebih kreatif dalam menjalankan tugas, contohnya dengan memperingkas laporan keuangan melalui digitalisasi tanpa mengurangi akuntabilitasnya.

Sebab, selama ini laporan keuangan bisa mencapai ratusan halaman tapi tidak dibaca dan menjadi beban.

"Surat cinta itu saya forward ke anak buah saya," kata dia.

Baca juga: Menurut Nadiem, Ini Keluhan Anak Muda Saat Pertama Bekerja

"Kreativitas inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage. Dulu laporan keuangan sampai 188 dari mulai item, berbagai macam layer enggak dibaca terus di-reduce jadi 16 masih beban. Makanya kita mulai berpikir gimana teknologi dapat membantu," ujar Sri Mulyani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X