Kompas.com - 30/11/2019, 13:00 WIB
Jamur Crispy SHUTTERSTOCKJamur Crispy

Untuk paket lengkap mendapatkan fasilitas gerobak, peralatan memasak, tabung gas tiga kilogram, pelatihan karyawan, bahan baku awal selama sebulan.

Perubahan yang terjadi adalah harga jual jamur crispy dengan aneka rasa. Kini, per porsi jamur renyah milik Djamaludin berbanderol harga Rp 5.000 sampai Rp 7.000 sejak pertengahan April lalu.

Harga tersebut naik Rp 1.000 dibanding tahun lalu. Dengan harga jual ini, rata-rata gerai Jamur Kriwil Bu Ani bisa menghabiskan 7 kilogram–10 kilogram jamur per hari.

Jamur Kriwil Bu Ani menawarkan berbagai varian rasa jamur. Mulai original, balado, barbeku, pedas, super pedas, sampai jagung bakar.

Rupanya, selain soal karyawan, ada kendala lain yang dihadapi dalam bisnis camilan ini. Yakni, soal pasokan jamur dari petani. Sayang, ia tidak memerinci penyebab yang membuat pasokan bahan baku tersebut kurang.

Yang jelas, untuk mengatasi persoalan tersebut, Djamaludin mulai membebaskan para mitra untuk mendapatkan bahan baku jamur. Misalnya, membeli dari pedagang sayur keliling atau mencarinya di pasar-pasar tradisional.

Bahan baku wajib yang harus mitra beli dari pusat untuk saat ini adalah bumbu-bumbuan, tepung, serta kemasan. Langkah tersebut Djamaludin terapkan untuk menjaga kualitas dan rasa dari Jamur Kriwil Bu Ani.

Ini penting sebagai upaya melanjutkan ekspansi bisnis. Sebab, di akhir tahun ini, ia menargetkan bisa menambah 10 mitra lagi.

Baca juga: Geluti Jamur, Pensiunan PNS Ini Dapat Tambahan Jutaan Rupiah

Kedai Sate Semut

Berbeda dengan Jamur Crispy Mister R dan Kriwil Bu Ani yang tetap eksis, Kedai Sate Semut ternyata tidak seberuntung kedua pemain tersebut. Ini adalah bisnis yang Krishna Apriatmaja dirikan sejak 2009.

Tiga tahun kemudian, dia mulai menawarkan kemitraan usaha, tepatnya pada Agustus 2012.

Sayang, tawaran kemitraan tersebut hanya bertahan selama dua tahun. Sejak 2014, Krishna menghentikan penawaran tersebut. Menurutnya, usaha ini tidak terlalu menunjukkan perkembangan yang signifikan.

"Kami sudah off dari 2014, belum ada mitra yang gabung juga sejak menawarkan paket franchise," ucapnya ke KONTAN.

Catatan saja, Kedai Sate Semut sempat menawarkan kemitraan dengan paket senilai Rp 50 juta berkonsep semiresto. Olahan jamur yang ia hadirkan seperti sate jamur, jamur crispy, jamur obong, mi jamur, dan nasi goreng jamur, dengan harga Rp 8.000– Rp 15.000 per porsi. (Ratih Waseso, Venny Suryanto)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Laba jamur crispy masih saja renyah

 

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X