Karyawan Apple, Google, Amazon, dan Facebook Capai 1 Juta Orang, Siapa Terbanyak?

Kompas.com - 01/12/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi karyawan. istIlustrasi karyawan.

KOMPAS.com - Jumlah karyawan yang bekerja untuk empat perusahaan teknologi utama terbesar di Amerika Serikat (AS), yakni Apple, Google, Amazon, dan Facebook, kini telah melampaui 1 juta oekerja di seluruh dunia.

Data dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, tenaga kerja yang bekerja untuk empat perusahaan yang disebut Big Tech tersebut meningkat 3,5 kali lipat, melampaui pertumbuhan penjualan untuk periode yang sama hanya hanya tumbuh 2,3 kali lipat.

Peningkatan pesat ini merupakan hasil dari perusahaan teknologi yang memperluas ruang lingkup bisnis mereka serta langkah-langkah perlindungan data. Tetapi, kenaikan biaya tenaga kerja dapat menurunkan kinerja bisnis.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, Giant Gelar Promo Diskon Hingga 45 Persen

Pada akhir September 2019, karyawan di empat perusahaan tersebut berjumlah 1.044.000 meningkat 20 persen dari tahun lalu. Perusahaan Amazon, memiliki karyawan terbanyak dengan jumlah 750.000 karyawan. Kemudian, disusul Perusahaan Apple sebanyak 137 ribu karyawan, perusahaan induk Google, Alphabet (114.000) dan Facebook (43.000).

Facebook dalam lima tahun terakhir alami tingkat pertumbuhan tertinggi yang telah mempekerjakan 5,2 kali lebih banyak tenaga kerja daripada pada akhir September 2014. Sebagian besar tenaga kerja tambahannya ditugaskan untuk memantau penipuan di media sosial.

Dengan kenaikan biaya tenaga kerja, margin laba operasional yang awalnya bisa melebihi 50 persen tiap triwulan hingga dua tahun lalu, kini menjadi hanya di bawah 30 persen.

Sementara itu, peningkatan cepat tenaga kerja baru di empat perusahaan itu menyebabkan gesekan di masyarakat. Menurut sebuah perusahaan real estate di Silicon Valley, lima perusahaan Google, Apple, Facebook, Amazon, dan LinkedIn yang berafiliasi dengan Microsoft, memiliki total ruang kantor 4,05 juta meter persegi, setara dengan 87 Tokyo Domes (Stadium bisbol) atau 750 lapangan sepak bola pada 2018.

Baca juga: Belanja Usai Gajian, Cek Promo di Hari Hari Pasar Swalayan

Selain itu kehadiran keempat perusahaan teknologi terbesar tersebut berimbas terhadap harga properti yang melonjak. Salah satunya, pembangunan markas baru Apple.

Di California, terbangun kantor baru Apple akibat melonjaknya karyawan baru di sana. Untuk mengatasi krisis ketersediaan properti, Apple berencana menggelontorkan 2,5 miliar dollar AS untuk mengatasi masalah tersebut.

"Perumahan yang terjangkau berarti stabilitas dan martabat, peluang, dan kebanggaan. Ketika hal-hal ini tidak terjangkau oleh banyak orang, kita tahu jalan yang kita lalui tidak berkelanjutan," ujar CEO Tim Cook dikutip dari Nikkei Asian, Minggu (1/12/2019).

Baca juga: Video Call dengan Nelayan, Susi: Kapal dari Saya Jangan Dijual

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X