Kemenhub Ingin Ada Rekayasa Lalu Lintas di Tol Cipali, Ini Alasannya

Kompas.com - 01/12/2019, 19:36 WIB
Simpang susun Subang di ruas tol Cikopo ? Palimanan (Cipali), terletak di wilayah Kertajati, Subang, Jawa Barat Furqon AbdiSimpang susun Subang di ruas tol Cikopo ? Palimanan (Cipali), terletak di wilayah Kertajati, Subang, Jawa Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan menginginkan adanya rekayasa di Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) pasca terjadinya kecelakaan kendaraan yang menewaskan 6 orang pada Minggu (1/12/2019) pukul 05.15 WIB.

Menurut Kemenhub, rekayasa lalu lintas di Tol Cipali sangat penting agar kecepatan kendaraan bisa berkurang saat melaju di jalan tol tersebut.

“Kalau secara geometrik jalan tidak ada masalah dengan ruas Cikampek-Palimanan, namun walau begitu kami telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan BPJT untuk melakukan manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kecepatan kendaraan,” ujar Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pitra Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/12/2019).

Baca juga: Kecelakaan di Tol Cipali, Enam Orang Tewas

Selanjutnya, Pitra mengimbau kepada para pengguna jalan agar tetap berhati-hati agar kejadian tersebut tak terulang kembali.

“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan terutama jalan tol agar selalu waspada saat mengemudi, perhatikan selalu rambu-rambu dan marka jalan serta berhenti beristirahat jika lelah. Berhentilah setelah mengemudi 3-4 jam. Jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi,” ucap dia.

Saat ini, Kemenhub tengah menyelidiki penyebab kecelakaan yang terjadi di kilometer 113 Tol Cipali, Kampung Haniwung, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Minggu (1/12/2019) pukul 05.15 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pertama ijinkan kami menyampaikan ucapan duka cita atas musibah yang terjadi. Kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan tersebut,” kata dia.

Baca juga: BPK Ditunjuk Jadi Auditor Eksternal Organisasi Maritim Dunia

Sebelumnya, Kecelakaan terjadi di kilometer 113 jalur B Kampung Haniwung, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Minggu (1/12/2019) pukul 05.15 WIB.

Enam orang tewas dan satu luka berat dalam kecelakaan itu.

Kasat Lantas Polres Subang AKP Bambang Sumitro mengatakan, kecelakaan bermula saat kendaraan minibus Toyota Avanza Nopol B 1076 PVC yang dikemudikan Sutarno datang dari arah Palimanan menuju arah Cikopo menabrak dari belakang kendaraan Mitsubisi truk fuso Nopol B 9556 UIO yang dikemudikan Imron Fauzi.

Kendaraan truk fuso tersebut datang dari arah sama dengan kendaraan yang dikemudikan Sutarno pada lajur lambat atau kiri.

"Diduga sopir minibus Toyota Avanza kurang konsentrasi, tidak memperhatikan adanya kendaraan yang ada di depannya," kata Bambang, saat dihubungi.

Baca juga: Ridwan Kamil Respon Tuntutan, Buruh Akan Batalkan Rencana Demo Besar



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telkom: Aplikasi PeduliLindungi Jadi Solusi Dorong Roda Perekonomian di Bali

Telkom: Aplikasi PeduliLindungi Jadi Solusi Dorong Roda Perekonomian di Bali

Rilis
Sudah Menarik Diri, Freeport Tegaskan Tak Punya Kepentingan Lagi di Blok Wabu

Sudah Menarik Diri, Freeport Tegaskan Tak Punya Kepentingan Lagi di Blok Wabu

Whats New
Riset: Meski Pendapatan Turun, Intensitas Merokok Tak Berkurang Saat Pandemi

Riset: Meski Pendapatan Turun, Intensitas Merokok Tak Berkurang Saat Pandemi

Whats New
Luncurkan Aplikasi Lottemartmall, Lotte Mart Tebar Promo Ini

Luncurkan Aplikasi Lottemartmall, Lotte Mart Tebar Promo Ini

Spend Smart
Bos Freeport Ungkap Alasan Menarik Diri dari Blok Wabu

Bos Freeport Ungkap Alasan Menarik Diri dari Blok Wabu

Whats New
Jadi Primadona Dunia, Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia Mendominasi Pasar Global

Jadi Primadona Dunia, Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia Mendominasi Pasar Global

Whats New
5 Hal Penting Soal Krisis Raksasa Properti China Evergrande

5 Hal Penting Soal Krisis Raksasa Properti China Evergrande

Whats New
Vaksinasi Masih Rendah, Sumbar dan Lampung Jadi Sorotan Presiden

Vaksinasi Masih Rendah, Sumbar dan Lampung Jadi Sorotan Presiden

Whats New
Restoran dan Kafe Boleh Buka hingga Pukul 12 Malam, Ini Ketentuannya

Restoran dan Kafe Boleh Buka hingga Pukul 12 Malam, Ini Ketentuannya

Whats New
Aturan Hotel di Wilayah PPKM Level 2, 3, dan 4: Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Antigen atau PCR

Aturan Hotel di Wilayah PPKM Level 2, 3, dan 4: Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Antigen atau PCR

Whats New
Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masih Dilarang Masuk Bioskop

Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masih Dilarang Masuk Bioskop

Whats New
Simak, Ini Aturan Lengkap PPKM Level 4 di 10 Wilayah Luar Jawa-Bali

Simak, Ini Aturan Lengkap PPKM Level 4 di 10 Wilayah Luar Jawa-Bali

Whats New
Mau Beli Valas? Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Per 20 September 2021, Realisasi KUR Pertanian Capai Rp 56,3 Triliun

Per 20 September 2021, Realisasi KUR Pertanian Capai Rp 56,3 Triliun

Rilis
PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Perhotelan di Jawa dan Bali

PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Perhotelan di Jawa dan Bali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.