BrandzView
Konten ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan J&T Express

Berkat Digitalisasi, Zaman Sekarang Belanja Enggak Perlu Ribet…

Kompas.com - 02/12/2019, 09:01 WIB
Ilustrasi belanja online SHUTTERSTOCKIlustrasi belanja online

KOMPAS.com – Zaman sekarang membeli suatu barang tidaklah sulit. Pasalnya, saat ini sudah bertebar puluhan e-commerce yang bisa dimanfaatkan untuk mencari kebutuhan banyak orang.

Ingin membeli gadget keluaran teranyar? Cari saja di berbagai e-commerce dan lihat perbedaan harga serta promo yang diberikan.

Mau mencari barang romantis untuk hadiah ulang tahun pacar? Anda juga bisa mencarinya di situs e-commerce tanpa perlu repot ke department store.

Bisa dibilang, dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi dan menjamurnya e-commerce bisa memudahkan kebutuhan banyak orang.

Selain itu, e-commerce pun mampu membantu menjembatani banyak pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memasarkan barangnya ke seluruh penjuru negeri.

Dalam laporan data SIRCLO berjudul “Navigating Market Opportunities in Indonesia’s E-Commerce” tercatat ada kenaikan sebanyak 200 persen dalam investasi digital di Indonesia dari tahun ke tahun.

Kenaikan jumlah dan nilai investasi ini paling jelas terlihat pada sektor e-commerce yang menyumbang 58 persen dari total nilai investasi keseluruhan tahun 2018 atau sekitar 3 miliar dollar AS (setara Rp 42 triliun).

Mesin sortir otomatis untuk efisiansi pengiriman paket J&T Express.`Dok. J&T Express Mesin sortir otomatis untuk efisiansi pengiriman paket J&T Express.

Dukungan sektor logistik

Belum berhenti di situ, kemudahan bertransaksi online tak hanya didukung oleh industri e-commerce saja, melainkan juga industri logistik.

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memprediksi potensi pertumbuhan bisnis logistik di Tanah Air bisa mencapai lebih dari 30 persen pada 2020.

Bila dihitung secara rinci, estimasi pertumbuhan sektor ini secara menyeluruh bisa mencapai Rp 40 triliun atau lebih per tahun.

Sementara itu, data Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia mencatat logistik Indonesia telah meningkat sangat pesat dalam 3 tahun terakhir.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-46 secara global dibandingkan pada 2016 yang berada di peringkat ke-63, melansir Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Melesatnya bisnis logistik di Tanah Air ini juga didukung oleh beberapa perusahaan pengiriman barang yang menerapkan teknologi teranyar pada sistemnya.

Ambil contoh J&T Express, perusahaan ini menggunakan teknologi detail tracking system serta penerapan mesin sortir otomatis untuk menunjang kinerja operasional di lapangan dan mengambil peran dalam industri 4.0.

Kegiatan kopi darat J&T Express bersama komunitas di Jakarta.Dok. J&T Express Kegiatan kopi darat J&T Express bersama komunitas di Jakarta.

Selain itu, perusahaan yang mengusung slogan "Express Your Online Business” ini juga kerap menggandeng pelanggan setianya dengan mengadakan berbagai event serta kompetisi.

Perlu diketahui, kompetisi menulis ini diumumkan secara resmi dalam acara Kompasianival 2019 yang diadakan di Onebel Park, Jakarta.

Acara tersebut pun dihadiri oleh kompasianer dan berbagai komunitas yang tergabung dalam kompasiana di seluruh Indonesia. Sebagai informasi, kompetisi ini akan berlangsung pada 25 November hingga 24 Desember 2019.

Untuk mengikuti kompetisi ini, Anda bisa menceritakan pengalaman, review, atau opini yang menarik seputar tema yang disediakan.

Bila beruntung menjadi pemenang, Anda bisa meraih hadiah 1 unit Macbook Pro, uang tunai senilai Rp 20 juta, serta total uang tunai senilai Rp 18 juta. Untuk mengetahui persyaratan dan ketentuan pada kompetisi ini, kunjungi link http://bit.ly/kompetisiblogjnt.

Selamat berkompetisi!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya