Sudah Disuntik Modal Negara, 7 BUMN Ini Masih Rugi

Kompas.com - 02/12/2019, 13:18 WIB
Ilustrasi: Pegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015). KOMPAS/DWI BAYU RADIUSIlustrasi: Pegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan alokasi dan realisasi Penyertaan Modal Negara ( PMN) terhadap BUMN.

Nyatanya, meski negara terus mengalokasikan anggaran ke perusahaan-perusahaan pelat merah masih banyak yang mencatatkan kinerja merah dalam laporan keuanggannya.

Secara keseluruhan, hingga akhri 2018 terdapat tujuh BUMN yang dilaporkan rugi. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sejumlah 3 BUMN.

"2015 ada 33 BUMN yang laba, 8 rugi. 2016 tetap, 2017 yang laba naik jadi 38 dan rugi turun ke 3 dan 2018 turun lagi, yang laba 34 dan rugi tujuh," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Baca juga: Saat Sri Mulyani dan Anggota DPR Tak Tahu Menahu soal BUMN PT PANN...

Sri Mulyani pun memaparkan, ketujuh perusahaan pelat merah tersebut adalah PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog dan PT Krakatau Steel.

Dia pun menjabarkan sejumlah persoalan yang menyebabkan kerugian terhadap tujuh BUMN tersebut.

Pertama, yakni PT Krakatau Steel yang merugi akibat beban keuangan selama konstruksi.

Adapun PT Dok Kodja Bahari memiliki beban administrasi dan umum yang terlalu tinggi yakni 58 persen.

Perum Bulog mengalami kerugian karena terdapat kelebihan pengakuan pendapatan atas penyaluran Rastra sehingga Bulog harus melakukan pembebanan koreksi pendapatan di tahun 2018.

Sedangkan PT Dirgantara Indonesia atau PT DI merugi karena pembatalan kontrak dan order tidak mencapai target.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X