Dari Usaha Produk Sanitasi, Suharniyati Raup Omzet Rp 5 Juta Per Bulan

Kompas.com - 02/12/2019, 14:37 WIB
Suharniyati pelaku usaha sanitasi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARISuharniyati pelaku usaha sanitasi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

Suharniyati menyebut, harga jual sanitasi dan kloset tergantung paket yang dipilih oleh konsumen, mulai dari Rp 550.000 hingga Rp 1 juta.

"Untuk tiap tahunnya kami dapat dengan jumlah yang tidak sedikit. Di desa lain-lain kita juga sudah bisa membangun jamban dengan harga murah. Kalau bisa dijangkau masyarakat kita sediakan dengan harga Rp 550.000. Karena ada variasi. Tapi kebanyakan masyarakat lebih memilih harga Rp 650.000 yang dia pakai buisnya tiga. Karena itu menurut masyarakat agar lebih panjang untuk pemakaiannya," ucapnya.

"Paling mahal Rp 1,1 juta itu yang pakai buisnya sembilan. Buis itu untuk tangki," lanjut Suharniyati.

Terganjal Tenaga Ahli

Selama enam tahun bangun usaha sanitasi dan kloset bersama suami, rupanya ada kesulitan yang dihadapi. Kesulitan itu adalah minimnya keahlian tenaga kerja yang mampu membangun sanitasi dan kloset.

Untungnya di desanya, yakni Desa Mongtobaan, Kecamatan Sikur, banyak pihak yang mau bekerja sama menjalin kemitraan dalam hal pemesanan sanitas yang banyak.

Adapun rata-rata pemesan sanitasi tersebut banyak pada segmen perumahan. UD Beriuk Tinjal milik Suharniyati pun tak hanya menerima pesanan dari kawasan desanya, namun Sumbawa dan seluruh wilayah NTB juga dilayani.

"Kesulitan saya saat ini karena kekurangan tukang yang terlatih. Kami juga membuka kesempatan buat yang mau magang. Tenaga kerja saat ini kita ngambilnya kalau ada pesanan, kita ngambilnya yang sudah magang, desa-desa yang sudah kita latih untuk memenuhi pemesanan," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Langkah Menjadi Perempuan Cerdas secara Finansial

Tak hanya itu, produk yang dibuatnya itu pun didistribusikan ke usaha dagang berbasis subsektor aneka industri perkakas.

"Kita menjalin mitra yang sudah kita latih. Kita juga pasok ke toko-toko (peralatan rumah tangga yang besar)," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.