BI Masih Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,1-5,5 Persen pada 2020

Kompas.com - 02/12/2019, 15:59 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Jakarta, Jumat (6/9/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIADeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Jakarta, Jumat (6/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2020, ekonomi Indonesia diyakini bisa tumbuh 5,1 persen - 5,5 persen.

BI menyampaikan hal tersebut lantaran optimis dengan ekonomi Indonesia meski berada di tengah-tengah kondisi ekonomi global yang sedang melemah. Bahkan pada 2021, BI yakin pertumbuhan ekonomi bisa naik lagi.

"Kami ingin menyampaikan optimisme kami bahwa dalam jangka menengah Indonesia akan tumbuh 5,2 persen - 5,6 persen pada tahun 2021," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Baca juga: Di DPR, Erick Thohir Sentil Gaya Bisnis Garuda Indonesia

Bank Indonesia percaya bahwa visi peningkatan ekonomi Indonesia hanya dapat dicapai melalui kolaborasi bersama untuk menciptakan sinergi sehingga kebijakan yang berdampak akan dihasilkan.

" Bank indonesia juga berkerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari sumber pertumbuhan baru melalui dukungan penasihat ekonomi Bank Indonesia untuk pemerintah daerah," lanjutnya.

Lebih khusus lagi untuk mendukung percepatan pembiayaan infrastruktur, Bank Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas perantara bank melalui rasio intermediasi makroprudensial, mendorong penerbitan surat berharga komersial untuk likuiditas, mempromosikan instrumen untuk melindungi suku bunga dan menyediakan penasehat pemerintah untuk mendukung persiapan proyek kerja sama pemerintah dan swasta.

Baca juga: Penerapan ERP 2020 akan Gunakan Tarif Progresif, Jika...

Lebih lanjut lagi Destry menjelaskan ada empat kerangka strategis yang diusulkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Pertama, kapasitas intermediasi bank dengan melakukan pemanfaatan instrumen untuk melindungi nilai yang lebih baik dan meningkatkan kualitas persiapan proyek. Kedua, membuat kebijakan untuk merangsang instrumen pembiayaan yang lebih inovatif dan meningkatkan peran dan partisipasi sektor swasta.

Ketiga, melakukan koordinasi kelembagaan untuk menyelaraskan proyek infrastruktur dan pengembangan zona ekonomi dan keempat membuat data dan informasi untuk memperkuat pemantauan dan evaluasi penyelesaian proyek KPS di daerah perkotaan dan pedesaan.

"Bank Indonesia dan pemerintah akan terus bahu membahu memperkuat ketahanan, mempertahankan optimisme investor, memajukan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan untuk memenangkan tujuan bangsa Indonesia yang berkembang," ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir Pilih Angkat Tangan jika Diminta Bereskan Krakatau Steel dalam Sekejap

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X