Inflasi Stabil, Rupiah Masih Dibayangi Kesepakatan Dagang AS dan China

Kompas.com - 02/12/2019, 17:35 WIB
Ilustrasi rupiah dan dollar AS THINKSTOCKSIlustrasi rupiah dan dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah ditutup lesu pada akhir perdagangan sore ini, Senin (2/12/2019). Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 14.125 per dollar AS atau turun 17 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu Rp 14.108 per dollar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebut, meskipun data inflasi November stabil yakni 0,14 persen, namun rupiah masih dibayangi oleh rencana kesepakatan dagang antara AS dan China.

"Rupiah masih dibayangi kekhawatiran hasil negosiasi dagang. Yang membuat rupiah melemah," kata Ariston kepada Kompas.com.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas pada November 2019 menjadikan inflasi indeks harga konsumen (IHK) november sebesar 0,14 persen.

Namun inflasi yang terjaga dibawah 3 persen sempat membuat rupiah menguat tipis pada pukul 15.00 WIB. Disisi lain, jika dibanding dengan penutupan Jumat atau pembukaan pagi ini, maka rupiah masih dikategorikan melemah.

"Data inflasi yang dirilis tidak mengurangi kekhwatiran pasar soal negosiasi dagang sehingga rupiah tetap melemah. Walau demikian hasil pengumuman BPS, sempat mendukung penguatan tipis rupiah sesaat," jelas Ariston.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X