Terpengaruh Trump, Rupiah Pagi Melemah

Kompas.com - 03/12/2019, 10:37 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot Selasa pagi (3/12/2019), mengalami pelemahan.

Menurut data Bloomberg pada pukul 09.30 WIB, rupiah berada di posisi Rp 14.129 per dollar AS atau melemah 0,03 persen dibandingkan penutupan Senin pada 14.125.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebutkan, hari ini pergerakan mata uang garuda dipengaruhi oleh pertimbangan kebijakan proteksionisme Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Rencana kenaikan tarif impor AS, baru saja diumumkan oleh Presiden Trump, maka risk averse sentiment cenderung akan mendominasi pasar keuangan global," kata Josua kepada Kompas.com.

Baca juga: Inflasi Stabil, Rupiah Masih Dibayangi Kesepakatan Dagang AS dan China

Trump berencana untuk menaikkan tarif impor besi dan baja dari Argentina dan Brazil, yang diposting dalam cuitan Twitternya. Selain Argentina dan Brasil, tarif produk Perancis juga akan dinaikkan. Hal ini dilakukan Trump guna merespon pajak digital yang dikenakan pada perusahaan AS.

Sementra itu, Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, perang dagang yang kembali disulut AS ini akan menciptakan ketegangan baru, apalagi masalah perang dagang dengan China masih belum terselesaikan.

"Ini menciptakan ketegangan dagang baru yang juga menimbulkan kekhawatiran dagang," sebut Ariston.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan terdorong pada level 14.060 per dollar AS sampai dengan Rp 14.150 per dollar AS.

Baca juga: Giliran Argentina dan Brazil yang Kena Ancam Trump

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X