Menteri KKP Edhy Prabowo: Kalau Mau Kaya, Jadi Nelayan

Kompas.com - 03/12/2019, 19:00 WIB
Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/10/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIKunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/10/2019)
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebut bahwa menjadi nelayan lebih menguntungkan ketimbang jadi pegawai negeri. Hal ini diungkapkan Edhy kala menjawab pertanyaan mengenai inovasi anak muda di sektor perikanan.

"Tidak hanya setelah lulus terus pencapaiannya nyari (kerja) pegawai negeri, kalau mau kaya jadi nelayan," kata Edhy, di Gedung Mina Bahari III Gambir Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Edhy menyebut, banyak potensi dan inovasi yang bisa dikembangkan oleh anak muda. Dan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab dari Dirjen Budidaya, tapi juga Kepala Badan Riset agar ke depannya mampu menghasilkan generasi-generasi yang berkemampuan optimal di sektor perikanan.

Baca juga: Menteri KKP Edhy Prabowo: Saya Enggak Perlu Pencitraan...

Saat ini anak-anak muda semakin berinovasi yang membuat pekerjaan semakin mudah dan efisien. Ia juga mengapresiasi anak muda yang mampu membuat kincir tambak dengan modal generator dan dioperasikan melalui komputerisasi.

"Misalnya alat kincir untuk tambak, ini bermodalkan generator yang dijual di tukang bangunan. Ternyata mereka bisa buat dan ini harganya lebih murah. Inovasi ini juga bisa dioperasikan melalui komputerisasi," tambahnya.

Namun, inovasi tanpa regulasi tampaknya adalah hal yang sia-sia. Maka dari itu, ia berencana untuk melakukan pertemuan dengan para stakeholder dan pemangku kepentingan untuk meringankan masalah regulasi.

"Saya yakin sebagai misal tentang aturan-aturan yang kita bisa lakukan, terkait komputerisasi dan masalah ijin," ungkapnya.

Baca juga: Simak, Tips Melindungi Data Pribadi Agar Tak Disalahgunakan

Rapat nasional ini akan dilakukan pada tanggal 4 sampai 5 Desember 2019 bersama dengan kepala dinas seluruh Indonesia, Karantina dan Kabupaten Kota. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui progran kerja yang diinginkan Pemda.

"Insentif kan sudah kita lakukan, tinggal (hasil) tiap temuan itu harus membuat cara pikir kita agak berubah, dan ini yang harus kita lakukan," jelasnya.

Lebih lanjut, pertemuan ini dilakukan untuk meminimalisir masalah komunikasi yang selama ini buntu. Namun Edhy enggan menyebut tujuan pertemuan tersebut sebuah gebrakan darinya di sektor perikanan.

"Kalau ada yang nanya saya gebrakan, saya enggak tau yang dimaksud gebrakan. Saya hanya mau bicara langkah ini untuk menyatukan komunikasi. Supaya disektor ini tidak ada lagi komunikasi yang buntu. Disinilah kita bisa mebangun sektor ini," tegasnya.

Baca juga: Garuda Indonesia Lepas Tangan Soal Onderdil Harley Davidson Ilegal

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X