7 Fakta Seputar Temuan Onderdil Harley di Pesawat Baru Garuda

Kompas.com - 04/12/2019, 10:46 WIB
Pesawat terbaru Garuda Indonesia A330-900 Neo saat peluncuran di hanggar 2 GMF Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/11/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPesawat terbaru Garuda Indonesia A330-900 Neo saat peluncuran di hanggar 2 GMF Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai Garuda Indonesia kembali dirundung masalah. Kali ini lantaran ditemukannya onderdil atau spare part Harley Davidson di pesawat Airbus tipe A330-900 neo, yang baru didatangkan dari Prancis.

Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Bea Cukai masih melakukan pemeriksaan barang-barang tersebut lantaran ada dugaan barang impor ilegal yang sengaja di masukan ke Indonesia dengan memanfaatkan pengiriman pesawat baru Garuda Indonesia.

Kompas.com telah merangkum fakta seputar temuan onderdil motor gede (Moge) di pesawat baru Garuda Indonesia. Berikut 7 fakta tersebut:

1. Disimpan di 15 box

Petugas Bea Cukai menemukan Brompton di lambung pesawat Garuda Indonesia A330-900 neo, atau tempat bagasi penumpang.

Terdapat beberapa koper dan 18 box berwarna coklat di dalam bagasi pesawat. Saat membuka koper petugas hanya menemukan barang-barang pribadi milik penumpang.

Baca juga: Bea dan Cukai Sita Sepeda Brompton dari Pesawat Garuda, Berapa Harganya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Namun, saat pemeriksaan 18 boks tersebut ditemukan 15 koli claim tas atas nama SAW berisi part motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai,” ujar Kasubdit Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro.

2. Ditemukan sepeda Brompton

Petugas Bea Cukai tidak hanya menemukan onderdil Harley Davidson di pesawat Garuda Indonesia. Namun juga sepeda merek Brompton.

Saat petugas membuka 3 box warna coklat di bagasi, ditemukan 2 sepeda lipat merek Brompton beserta asesoris sepeda tersebut.

3. Ada Direksi di dalam pesawat

Temuan barang-barang yang diduga ilegal tersebut ikut menyeret direksi Garuda Indonesia. Sebab ternyata terdapat beberapa direksi yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Namun VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, M. Ikhsan Rosan menegaskan bahwa barang tersebut bukanlah milik direksi.

Baca juga: 10 Kota Terbaik untuk Anda yang Ingin Berkarier di Luar Negeri

Ikhsan menjelaskan, jajaran direksi berada di dalam pesawat tersebut karena sebelumnya mengikuti serah terima pesawat baru itu dari pabrikan di Perancis untuk dibawa ke Indonesia.

Selanjutnya...

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Uno Buka Pendaftaran Beasiswa Gelombang II untuk Anak Pedagang Kaki Lima

Sandiaga Uno Buka Pendaftaran Beasiswa Gelombang II untuk Anak Pedagang Kaki Lima

Rilis
Alasan Bisnis di Balik Pemilihan Nama Olimpiade Tokyo 2020, Bukan 2021

Alasan Bisnis di Balik Pemilihan Nama Olimpiade Tokyo 2020, Bukan 2021

Whats New
Kimia Farma Minta Masyarakat Tak 'Panic Buying' Borong Obat dan Vitamin

Kimia Farma Minta Masyarakat Tak "Panic Buying" Borong Obat dan Vitamin

Whats New
Google Angkat Indeks Nasdaq saat Investor Fokus ke The Fed

Google Angkat Indeks Nasdaq saat Investor Fokus ke The Fed

Whats New
Apa Itu Audit: Definisi, Jenis, dan Tahapannya dalam Perusahaan

Apa Itu Audit: Definisi, Jenis, dan Tahapannya dalam Perusahaan

Whats New
[POPULER MONEY] Jam Kerja ASN selama PPKM | Bank Mandiri Mundur dari Aceh

[POPULER MONEY] Jam Kerja ASN selama PPKM | Bank Mandiri Mundur dari Aceh

Whats New
Ada Ketentuan Karantina 14 Hari, Biaya Umrah akan Lebih Mahal

Ada Ketentuan Karantina 14 Hari, Biaya Umrah akan Lebih Mahal

Whats New
Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Penjualan Listrik Tembus Rp 140,5 Triliun, Laba Bersih PLN Meroket Jadi Rp 6,6 Triliun

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Wapres Ma'ruf Amin Heran RI Kebanjiran Makanan Halal Impor

Whats New
Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Penumpang Kereta di Sumatera Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin

Whats New
Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X