Menteri KKP: Ongkos Angkut Garam 5 Kali Lebih Mahal dari Harga Garam

Kompas.com - 04/12/2019, 14:30 WIB
Aktivitas petani garam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.  Gambar diambil pada Rabu (6/9/2017). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANAktivitas petani garam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Gambar diambil pada Rabu (6/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengeluhkan mahalnya ongkos logistik di sektor kelautan dan perikanan. Mahalnya ongkos logistik tersebut membuat para pelaku usaha rugi.

Misalnya saja ongkos logistik pengangkutan garam. Edhy mengungkap, ongkos logistik mengangkut garam lebih mahal 5 kali lipat ketimbang harga garam itu sendiri.

"Penambak garam ongkos angkutnya Rp 1.200 per kilo (gram). Harga garamnya Rp 200 per kilo. Kalau angkat sekarung, ongkosnya bisa Rp 12.000," kata Edhy di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Untuk meminimalisir hal itu, Edhy akhirnya menggandeng Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun infrastruktur di sekitar penambak garam.

Baca juga: Menteri KKP: Indonesia Impor Garam karena Terpaksa

"Bangun infrastruktur tidak hanya di jalan besar tapi sampai wilayah terkecil. Sehingga tidak ada ada lagi penambak garam yang ongkos angkutnya 5 kali dari yang dia terima," tutur Edhy.

Setidaknya, Edhy bilang, infrastruktur yang dibangun mampu mengecilkan ongkos angkut. Artinya tidak perlu infrastruktur yang terlalu besar dan memakan banyak biaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak harus jalan besar, tidak harus aspal yang tebalnya bermili-mili dan berinci-inci. Tapi setidaknya aspal itu bisa dilalui kendaraan pick up," ucap Edhy.

Edhy pun meminta masukan dan informasi dari pemerintah daerah terkait tambak-tambak yang membutuhkan infrastruktur.

"Tentunya kami butuh masukan dari daerah tambak mana yang kita buatkan jalannya sampai ke ujung. Karena infrastruktur harus dirasakan oleh masyarakat kita," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Rilis
Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Whats New
Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Whats New
BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Whats New
Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Work Smart
Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

Whats New
Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Kementerian Perdagangan Punya Logo Baru, Ini Tampilannya

Whats New
Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Whats New
Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Whats New
Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Apa Itu Cover Letter Untuk Melamar Kerja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.