[POPULER MONEY] Harga Brompton yang tak Dideclare ke Bea Cukai | Lippo Karawaci Jual Aset

Kompas.com - 05/12/2019, 06:00 WIB
Sepeda Brompton (Pixabay) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARISepeda Brompton (Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.com - Masuknya barang yang diangkut oleh pesawat baru Garuda Indonesia tanpa declare ke Bea Cukai, masih menjadi sorotan sepanjang hari kemarin, Rabu (4/12/2019).

Terkait dengan hal itu, ada berita tentang harga sepeda Brompton yang diangkut pesawat tersebut. Berita terpopuler lainnya adalah tentang Lippo Karawaci yang akan jual aset karena kinerjanya merugi.

Berikut adalah daftar 5 berita populer di kanal Money sepanjang hari kemarin:

1. Bea dan Cukai Sita Sepeda Brompton dari Pesawat Garuda, Berapa Harganya?

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyita sejumlah barang ilegal di pesawat baru milik maskapai Garuda Indonesia yang berjenis Airbus A330-900. Namun, ada yang menarik dari sitaan itu, yakni sepeda lipat Brompton yang kini digandrungi oleh masyarakat.

Fungsi sepeda lipat tersebut tidak hanya digunakan buat berolahraga, tetapi kini kerap digunakan untuk pergi kerja. Terlebih lagi di kota-kota metropolis, seperti Jakarta yang tiap hari selalu mengalami kemacetan, sehingga segelintir orang memilih untuk menggunakan sepeda, terutama sepeda lipat yang begitu praktis dibawa.

Untuk sepeda lipat merek Brompton, bila ditelusuri di berbagai marketplace, harganya bervariatif. Harga terendah sekitar Rp 30 juta, dan termahal mencapai lebih dari Rp 80 juta. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Erick Thohir: Sebelum Ketahuan, Mending Mengundurkan Diri

Menteri BUMN Erick Thohir tidak mau banyak berkomentar terkait permasalahan temuan beberapa spare part Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat baru Garuda Indonesia.

Ia hanya mengatakan, permasalahan ini biar pihak Bea dan Cukai yang melakukan proses penyelidikan. Namun, Erick mengirim pesan kepada orang-orang yang terkait dengan barang-barang tersebut.

"Garuda biar saja Bea Cukai yang melihat ada enggak kasusnya yang dilaporkan. Kalau emang benar terbukti bersalah, ya benar harus dicopot atau lebih baik sebelum ketahuan, mending mengundurkan diri," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Erick menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Menurut dia, yang penting kasus ini harus ditindaklanjuti secara transparan.

3. Rugi Membengkak, Lippo Karawaci Akan Jual Aset Lagi

Rugi bersih PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membengkak pada kuartal III tahun ini. Rugi bersih LPKR membesar jadi Rp 1,72 triliun dari rugi di kuartal III-2018 Rp 779,59 miliar. Padahal, total pendapatan emiten ini masih meningkat tipis 0,07 persen menjadi Rp 8,27 triliun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X