Fakta-fakta Nasabah Korban Jiwasraya Asal Korea Selatan

Kompas.com - 05/12/2019, 10:36 WIB
Puluhan nasabah ketika melakukan audiensi dengan Komisi VI DPR RI terkait gagal bayar polis asurasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAPuluhan nasabah ketika melakukan audiensi dengan Komisi VI DPR RI terkait gagal bayar polis asurasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi VI DPR RI mengundang nasabah-nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Para nasabah ini diundang terkait aduan soal tunggakan pembayaran klaim nasabahpemegang polis.

Setidaknya ada 48 nasabah yang mendatangi Komisi VI DPR dan memaparkan keluhan mereka.

Nyatanya, tak hanya nasabah dalam negeri saja yang dirugikan oleh kasus gagal bayar polis Jiwasraya, namun juga nasabah asing. Bahkan, terdapat lebih dari 400 nasabah asal Korea Selatan yang dirugikan akibat kasus ini.

Berikut fakta-faktanya:

1. Uang Rp 572 miliar dari 474 nasabah asal Korsel terancam gagal bayar

Lee Kang Hyun, warga negara Korea Selatan yang juga menjabat sebagai VP Samsung Electronics Indonesia sekaligus Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan di Indonesia memaparkan, setidaknya terdapat 474 warga Korea Selatan yang dananya terancam tidak bisa dicairkan di Jiwasraya.

Secara keseluruhan, total dana dari 474 warga Korea Selatan tersebut mencapai Rp 572 miliar melalui KEB Hana Bank.

Baca juga : Cerita Bos Samsung Indonesia yang Uangnya Macet di Jiwasraya Rp 8,2 Miliar

"Hana Bank jual ke orang Korea di Indonesia. Oleh karena itu orang Korea 470 orang mengikuti program ini. Terus waktu menjual produk ini ke orang Korea mereka hanya sampaikan ini asuransi BUMN jadi tidak ada masalah. Tanpa bunga, interest lebih tinggi dari pada yang lain," ujar Lee sebelum melakukan rapat audiensi dengan anggota Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

2. Bank memasarkan sebagai deposito bukan produk bancassurance

Secara kronologis Lee menceritakan, warga negara Korea Selatan ditawarkan produk bancassurance Jiwasraya sebagai produk deposito oleh pihak KEB Hana Bank.

Pihak bank pun menekankan keamanan dari produk Jiwasraya yang berada di bawah Kementerian BUMN.

"Karena biasanya orang Korea di sini waktu deposito biasanya ke bank Hana atau Bank Woori. salah satunya. Automatically yang mengikuti program ini," ujar dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X