Burhanuddin Muhtadi : Sebaiknya Jokowi Tidak Pentingkan Pemindahan Ibu kota

Kompas.com - 05/12/2019, 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan disela penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian dan Lembaga, serta Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Presiden mengatakan bahwa DIPA yang ditransfer ke kementerian dan lembaga sebesar Rp909 Triliun dan Rp556 triliun untuk pemerintah daerah beserta dana desa secepatnya digunakan terutama untuk belanja modal. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo menyampaikan arahan disela penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian dan Lembaga, serta Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Presiden mengatakan bahwa DIPA yang ditransfer ke kementerian dan lembaga sebesar Rp909 Triliun dan Rp556 triliun untuk pemerintah daerah beserta dana desa secepatnya digunakan terutama untuk belanja modal. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membuat gerakan secara cepat dan tepat sehingga bisa menumbuhkan perekonomian Indonesia.

Dirinya menilai, langkah cepat dalam upaya pemindahan ibu kota dan isu radikalisme kurang tepat.

"Gerakan reformasi, Pak Jokowi tidak usah mementingkan pemindahan ibu kota tidak terlalu penting. Termasuk isu-isu radikalisme itu tidak sesuai diinginkan oleh masyarakat. Jadi, cari kebijakan yang bisa memanfaatkan dan dinikmati secara cepat," katanya dalam acara Asian Insights Seminar 2019 yang diadakan oleh DBS Bank, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam.

Dirinya merasa heran dengan gerakan reformasi pemindahan ibu kota negara dianggap tidak memberikan dampak besar terhadap perekonomian serta akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap presiden.

"Jadi tidak bisa hal-hal ambisius dilakukan dalam waktu cepat. Pemindahan ibu kota, duitnya dari mana? Jadi hal-hal yang kecil tetapi terukur dan bisa memberi dampak cepat. Dan karenanya, Pak Jokowi punya kepercayaan diri untuk masuk pada reform yang lebih rumit," ucapnya.

Baca juga : Bappenas: Ada Lebih dari 57 Aturan Bakal Direvisi untuk Persiapan Pindah Ibu Kota

Sebagai contoh, dia mengimbau kepada Presiden untuk merevisi UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Bila ini direvisi serta disempurnakan, bakal mendapat kepercayaan dari para buruh.

"Jadi, misalnya nih, kalau mau revisi UU No.13 Tahun 2003, itu cari isu-isu yang tidak kontroversial dulu. Pilhlah mana yang perlu direvisi tanpa harus memantik demo besar dari buruh. Kemudian, BPJS sudah dinaikkan. Hal-hal lain yang diidentifikasi penting untuk memberi sinyal pada pelaku usaha," ujarnya.

Selain itu, menguji loyalitas partai pendukungnya perlu dilakukan. Caranya, dengan menggeber omnibus law yang dapat menciptakan lapangan kerja serta menarik minat investor dalam bentuk aturan tersebut.

"Yakin saya, jangankan Gerindra. PDI-P saja mungkin nggak bakal dukung. Jadi sekarang, mumpung masih jauh, lakukan! Karena ekonomi people itu tergantung banyak hal. Satu, uangnya terbatas. Dua, modal politik juga terbatas. Ketiga, constain institusi," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

Whats New
Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Rilis
Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Spend Smart
IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

Whats New
Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Smartpreneur
Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Whats New
Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Whats New
BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

Whats New
373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X