Data Ekonomi AS Mengecewakan, Rupiah Ditutup Menguat

Kompas.com - 05/12/2019, 17:39 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada penutupan perdagangan di pasar spot, nilai tukar rupiah menguat terhadap dollar AS, Kamis sore (5/12/2019).

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 36 poin atau 0,26 persen pada level Rp 14.086 per dollar AS dibandingkan penutupan Rabu Rp 14.122 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan terdapat dua sentimen eksternal yang membuat rupiah menguat. Sentimen pertama adalah kesepakatan dagang yang hampir rampung.

"Bila tidak ada pernyataan negatif lagi malam ini, rupiah mungkin bisa lanjut menguat besok," jelas Ariston kepada Kompas.com.

Baca juga: Rupiah Diproyeksikan Menguat Menyusul Negosiasi Dagang China dan AS

Ariston menyebut, juru bicara kementrian perdagangan China siang ini mengatakan AS dan China masih melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan dagang.

Sementara itu, penguatan rupiah juga dinilai terpengaruh oleh rilis data ekonomi AS yang buruk

" Penguatan rupiah terhadap dollar AS juga karena buruknya data-data ekonomi AS seperti data tenaga kerja Non-Farm Payroll versi ADP dan data indeks non manufaktur versi ISM," kelas Ariston.

Di sisi lain beberapa mata uang Asia seperti yuan China tampak menguat 0,12 persen pada level 7.041 per dollar AS. Dollar Singapura juga menguat 0,12 persen pada level 1.363 per dollar AS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X