Jelang Natal dan Tahun Baru, Mentan: Stok Beras Aman!

Kompas.com - 05/12/2019, 18:41 WIB
Presiden Joko Widodo ketika meninjau stok beras di Gudang Bulog bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Jakarta. DOKUMENTASI KEMENTANPresiden Joko Widodo ketika meninjau stok beras di Gudang Bulog bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras mencapai 4.776.000 ton.

"Jadi kebutuhan Natal dan tahun baru saya pastikan aman. Kami juga sudah mengantisipasi dan melakukan validasi data dari kesiapan-kesiapan panen," ujar Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/12/2019).

Dia juga memastikan, kebutuhan beras akan terjamin karena adanya panen raya yang diprediksi berlangsung mulai akhir Desember ini hingga memasuki masa puncak pada April 2020.

"Apalagi pada Januari nanti, kami prediksi akan terjadi stok beras baru sebanyak 16.000 ton. Lalu pada bulan Februari sebanyak 576.000 ton dan puncak panen raya pada bulan Maret menuju April, kurang lebih mencapai 4.255.000 ton," katanya.

Baca juga: Harga Beras Naik Tipis pada November 2019, BPS Sebut Masih Stabil

Namun, dia mengakui bahwa Indonesia sempat memiliki kekurangan beras sebanyak 1.241.000 ton pada periode November 2019. Kekurangan ini disimpulkan dari data produksi beras yang hanya 1.233.000 ton. Sedangkan perkiraan kebutuhan beras mencapai 2.474.000 ton.

"Tapi, kita masih punya cadangan sebanyak yang saya sebutkan tadi," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menginstruksikan kepadanya agar melakukan ekspor beras ke sejumlah negara. Beras yang akan diekspor rencananya sebanyak 100.000 hingga 500.000 ton. Meliputi bibit, irigasi dan lahan.

Di samping itu, ada juga persiapan diplomasi dagang yang menjadi bagian penting pada proses ekspor. Ia optimistis proses ini bisa dilakukan pada awal Maret 2020.

"Tadi ada perintah dari bapak Presiden, bahwa saya diminta untuk persiapkan ekspor beras sehingga Indonesia ini tidak hanya melihat impor. Tahun ini dipersiapkan beras premium (untuk ekspor). Insya Allah, per Januari akan dilakukan persiapan," ujarnya.

Baca juga: Bulog: Beras untuk Bencana Alam Senilai Rp 39 Miliar Belum Dibayar



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X