Garuda Indonesia Dikabarkan Bakal Jual Pesawat CRJ1000, Ada Apa?

Kompas.com - 06/12/2019, 06:13 WIB
Penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Jakarta - Banyuwangi dengan pesawat Bombardier CRJ-1000. KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOPenerbangan perdana Garuda Indonesia rute Jakarta - Banyuwangi dengan pesawat Bombardier CRJ-1000.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dikabarkan berencana untuk menjual seluruh pesawat Bombardier CRJ1000 yang dioperasikan.

Dilansir dari laman CH Aviation, Jumat (6/12/2019), saat ini pihak maskapai tengah menjajaki pasar untuk mencari pembeli potensial.

Seorang eksekutif Garuda Indonesia yang enggan disebutkan namanya, kepada Smart Aviation Asia-Pacific menyebut, CRJ1000 tidak sesuai dengan landasan pacu wilayah Asia Tenggara.

Sementara, pesawat Bombardier CRJ1000 tersebut membutuhkan landasan pacu sepanjang 2.000 meter. Hal inilah yang membuat Garuda Indonesia terhambat untuk berekspansi ke kawasan Indonesia timur.

Baca juga: Garuda Indonesia Beberkan Penyebab Mahalnya Penerbangan Haji

Sebelumnya, Garuda Indonesia mulai menambah unit CRJ1000 sebanyak 18 unit pada Februari 2012. Awalnya, Garuda memesan 6 pesawat CRJ1000, dan pada Juni tahun yang sama, mengumumkan menyewa 12 pesawat lagi dari Nordic Aviation Capital.

Rata-rata pesawat tersebut semasa produksi telah berusia 6,2 tahun. Garuda Indonesia menggunakan CRJ1000 untuk melayani penerbangan regional yang meliputi Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Dari jumlah 64 unit pesawat CRJ1000 yang dikirim, 24 unit di antaranya saat ini dioperasikan oleh Air Nostrum (YW, Valencia Manises). Adapun Garuda Indonesia adalah pelanggan terbesar kedua di dunia untuk jenis ini.

Pesawat Bombardier tipe tersebut dirakit di Kanada pada 19 Februari 2007. CRJ1000 sebelumnya didesain sebagai CRJ900X, perpanjangan dari CRJ900, dengan kapasitas hingga 100 kursi.

Maskapai MyAir telah memesan 15 CRJ900X yang diganti menjadi CRJ1000, tetapi maskapai ini bangkrut pada 24 Juli 2009.

Baca juga: Dirutnya Dipecat Erick Thohir, Ini Tanggapan Garuda Indonesia

CRJ1000 sukses menyelesaikan penerbangan perdana tahun 2008. Namun, penerbangan komersial pertama pesawat ini ditunda hingga kuartal pertama 2010.

Pada 14 Juni 2009, Bombardier mengumumkan pesanan pasti untuk 15 pesawat CRJ1000 NextGen yang dilakukan oleh Air Nostrum, untuk total 35 pesawat CRJ1000 NextGen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X