Plane Zoeking, Alasan Bea dan Cukai Gerebek Pesawat Baru Garuda

Kompas.com - 06/12/2019, 06:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu  Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AMenteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membeberkan alasan penggerebekan pesawat baru Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA9721 bertipe Airbus A330-900 Neo.

Dalam pesawat baru yang diterbangkan dari Perancis itu, DJBC menemukan barang-barang selundupan berupa onderdil motor klasik Harley Davidson tahun 1972 dan 2 sepeda Brompton bernilai Rp 30 juta-Rp 80 juta.

DJBC menjelaskan, langkah pemeriksaan itu disebut plane zoeking. Plane zoeking adalah proses pemeriksaan atas pesawat baru yang datang dari luar negeri. Plane zoeking merupakan kewenangan DJBC.

" Bea Cukai mempunyai kewenangan untuk melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang baru datang dari luar negeri, salah satunya pesawat terbang," tulis DJBC dalam akun Facebook resminya, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Luhut Dukung Menteri BUMN Copot Ari Akhkara dari Dirut Garuda

DJBC menyebutkan, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak terdapat benda berbahaya ataupun ilegal dalam pesawat yang baru datang tersebut.

Namun, saat DJBC memeriksa pesawat Garuda Indonesia, terdapat sesuatu yang janggal di bagian lambung pesawat. Ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan 18 koli yang terdiri dari 15 koli tertera claim tag atas nama SAS.

Kotak-kotak tersebut rupanya berisi sparepart motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai. Tak hanya motor klasik, terdapat pula 3 koli tertera claim tag atas nama LS yang berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesori sepeda.

"Ternyata, keduanya tidak menyerahkan customs declaration dan tidak memberitahukan secara lisan kepada petugas Bea Cukai atas barang tersebut," ungkap DJBC.

Baca juga: Dirut Garuda Dicopot, Kemenhub Mulai Ungkap Ada Hal Janggal

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X