Ada Pembatasan Jemaah Haji Lansia di Penerbangan Garuda, Benarkah?

Kompas.com - 06/12/2019, 09:16 WIB
Suasana dia bersama jemaah haji asal Medan dan Tanjung Balai di Asrama Haji Medan, Kamis tadi pagi (12/9/2019). Doa bersama mereka gelar untuk wafatnya tokoh bangsa, BJ Habibie pada Rabu (11/9/2019). IstimewaSuasana dia bersama jemaah haji asal Medan dan Tanjung Balai di Asrama Haji Medan, Kamis tadi pagi (12/9/2019). Doa bersama mereka gelar untuk wafatnya tokoh bangsa, BJ Habibie pada Rabu (11/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mempertanyakan kebenaran informasi adanya pembatasan penumpang usia lanjut dalam sebuah penerbangan haji yang dikoordinir oleh Garuda Indonesia.

"Teman-teman selalu mempertanyakan bagaimana penyelesaian jamaah haji lansia? Katanya maskapai tidak mau penerbangan sebagian besarnya diisi lansia? Apa benar begitu?" tanya Marwan Dasopang di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Pertanyaan itu langsung dibantah oleh Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah. Pikri menegaskan, tidak ada pembatasan untuk penumpang jamaah haji berusia lanjut (lansia) dalam sebuah penerbangan. 

"Berapa persen jumlah lansia yang boleh naik? Sebenarnya tidak ada batasan untuk lansia," kata Pikri Ilham Kurniansyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Garuda Indonesia Beberkan Penyebab Mahalnya Penerbangan Haji

Alih-alih lansia, maskapai pelat merah yang kerap membuka penerbangan jamaah haji itu justru membatasi penumpang difabilitas. Dia bilang, hanya 10 persen penumpang difabel yang diperbolehkan masuk dalam penerbangan.

"Tapi kalau difabel 10 persen maksimal yang ada di dalam pesawat," tuturnya.

Pikri menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa pihaknya hanya memperbolehkan 10 persen penumpang difabel dalam satu penerbangan. Hal ini guna memaksimalkan kecepatan evakuasi jika pesawat dalam keadaan darurat.

"Karena ini terkait kecepatan evakuasi di dalam emergency (keadaan darurat). Maksimum emergency-nya 2 menit misalnya, itu masih bisa ditangani 10 persen difabel saat emergency," jelas Pikri.

Untuk itu, dia pun kembali menegaskan informasi soal pembatasan lansia di dalam penerbangan haji tidak benar.

"Tidak ada pembatasan selama lansia masih bisa bergerak. Sehingga tidak ada batasan," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X