Apindo Kesal Ajuan untuk Terlibat Pasok Avtur Terganjal BUMN

Kompas.com - 06/12/2019, 19:03 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merasa kesal karena BUMN menghambat peran swasta dalam bisnis bahan bakar minyak (BBM) jenis avtur.

Namun, kekesalan itu tidak digubris oleh Kementerian BUMN yang saat itu dipimpin oleh Rini Soemarno.

"Kami komplain yang paling berat. Karena dia (BUMN) dalam tanda petik, kami bilang yang menciptakan kartel," ujarnya ditemui usai rakor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Dia menyebut salah satu yang akan masuk bisnis avtur adalah PT AKR Corporindo Tbk. Namun, masuknya perusahaan tersebut terhambat. 

Dia menjelaskan, dari Kementerian Perhubungan sendiri tidak ada masalah AKR Corporindo menyalurkan BBM Avtur tersebut. Namun sejumlah BUMN yang menghambatnya.

Baca juga : Swasta Mau Jual Avtur, Ini Syarat dari Erick Thohir

Kehadiran Erick Thohir diharapkan bisa membawa angin segar bagi perusahaan swasta yang ingin masuk dalam bisnis avtur.

"Dengan adanya Pak Erick akan ada perubahan dan terus terang saja saya optimis," ucapnya.

Tak Boleh Impor

Terkait dengan bisnis avtur, Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini menyatakan tak masalah jika pemerintah ingin mengundang pihak swasta untuk menjual avtur di dalam negeri.

Namun, Erick meminta pihak swasta itu tak mengimpor avtur. Melainkan mengolah sumber daya yang ada di dalam negeri untuk dijadikan avtur.

“Ya saya rasa gini, Pertamina bisa produksi avtur. nah kalau swasta yang produksi avtur ya welcome saja. Yang tidak boleh (pihak swasta) cuma minta lisensi impor,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X