Diterpa Kasus Harley Davidson, Bagaimana Nasib Saham Garuda?

Kompas.com - 09/12/2019, 06:08 WIB
Barang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK ABarang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pencopotan Direktur Utama PT PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memengaruhi harga saham perusahaan berkode emiten GIAA itu.

Pada perdagangan Jumat (6/12/2019), saham GIAA turun 2,42 persen atau 12 poin ke level 484. Adapun selama sepekan ini saham GIIA juga cenderung terkoreksi 2,42 persen.

Penurunan saham ini tidak lepas dari berbagai sentimen negatif yang membayangi perusahaan penerbangan pelat merah itu.

Salah satunya kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan direksi Garuda Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun Kontan, negara berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 1,5 miliar dengan adanya penyelundupan ini.

Baca juga: Kasus Harley Davidson, Ini Permintaan Erick Thohir kepada Karyawan Garuda

Kasus tersebut yang kemudian membuat Menteri Bahan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mencopot Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Kamis (5/12/2019).

Walaupun dibayangi sentimen negatif, Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Marolop Alfred Nainggolan melihat pasar masih menaruh kepercayaan terhadap GIAA. Hal ini terlihat dari performa GIAA yang secara year to date (ytd) masih menghijau.

Berdasarkan RTI business, saham GIAA menguat 62,42 persen ytd.

"Saya melihat pasar sudah bisa memisahkan case non-fundamental, khususnya lebih kepada personal," katanya seperti dikutip dari Kontan.co.id, Senin  (9/12/2019).

Baca juga: Bawa Ferrari dalam Kargo Pesawat, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Selama masa jabatan Ari Askhara, Garuda dihinggapi berbagai masalah, mulai dugaan duopoli Garuda Indonesia dan Lion Air, rangkap jabatan direktur Garuda Indonesia, diduga monopoli umrah, kasus laporan keuangan Garuda, beredar kabar pemogokan karyawan, hingga berseteru dengan YouTuber Rius Vernandes.

Pasar masih melihat faktor fundamental perusahaan. Hal ini terlihat dari kasus-kasus yang menerpa GIAA dalam jangka waktu setahun, tetapi sahamnya masih bisa bertahan di harga Rp 484.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X