Kompas.com - 09/12/2019, 06:38 WIB
Ilustrasi perang dagang shutterstock.comIlustrasi perang dagang

Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pembicaaraan mengenai perdagangan dengan China masih akan berlanjut.

Namun, China menginginkan tarif-tarif yang diberlakukan dihapus sebagai bagian dari kesepakatan sementara.

Perang dagang selama 17 bulan telah meningkatkan risiko resesi global. Pembuat kebijakan China harus mencari langkah-langkah lebih lanjut untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang mendekati posisi terendah 30 tahun terakhir.

Ketika ekspor China merosot, impor Negeri Bambu tersebut justru tumbuh 0,3 persen jika dibandingkan dengan November tahun lalu. Pertumbuhan tingkat impor secara year on year tersebut terjadi untuk pertama kali sejak April tahun ini.

Surplus perdagangan China dengan negara lain pun merosot meski masih bernilai lebih dari 38 miliar dollar AS tahun ini.

Baca juga: Jika Perang Dagang Memburuk, Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bisa di Bawah 3 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.