AS Hukum Ericsson Bayar Denda Rp 14 Triliun, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 09/12/2019, 07:08 WIB
Ericsson JONATHAN NACKSTRAND/AFPEricsson

WASHINGTON, KOMPAS.com - Perusahaan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, sepakat membayar denda 1 milliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 14 triliun untuk menyelesaikan kasus korupsi dan penyuapan terhadap pemerintah.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/12/2019), jumlah tersebut termasuk denda pidana lebih dari 520 juta dollar AS dan ditambah 540 juta dollar AS yang harus dibayarkan ke otoritas bursa saham AS (SEC).

Departemen kehakiman Amerika Jumat (6/12/2019) menyatakan, penyuapan yang dilakukan sudah dilakukan bertahun-tahun di beberapa negara, seperti China, Vietnam, dan Djibouti.

Baca juga: Merusak Rupiah karena Dijadikan Mahar, Bisa Kena Denda Rp 1 Miliar

Ericsson mengaku telah bersekongkol dengan pihak lain untuk melanggar Foreign Corrupt Practice Act (FCPA) setidaknya dari tahun 2000 sampai 2016 dengan memalsukan buku dan catatan serta tidak melalukan kontrol keuangan internal.

"Pegawai-pegawai di beberapa pasar sebagian merupakan eksekutif di wilayah itu bertindak buruk dan tidak sadar melakukan kontrol yang mencukupi," ujar CEO Ericsson Borje Ekholm, Sabtu (7/12/2019).

Dalam kasus ini, Ericsson menggunakan pihak ketiga untuk membayar uang suap kepada para pejabat pemerintah untuk mengamankan bisnisnya.

Menurut salah satu laporan pengaduan, firma-firma konsultan diminta membuat dana tertentu dan mentransfer uang ke pihak-pihak ketiga.

Baca juga: Garuda Kena Denda Rp 1,25 Miliar, Apa Saja?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X