PLN Buka Kesempatan Karier bagi Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 09/12/2019, 14:18 WIB
Logo PLN Logo PLN

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) salah satu BUMN membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk meniti karier dengan memberikan hak yang sama dengan karyawan lain.

"Sesuai petunjuk dari Kementerian BUMN, kami juga telah mengakomodasi hak-hak penyandang disabilitas (berkebutuhan khusus) dalam proses penerimaan karyawan," kata Executive Vice President Talent Development PLN, Karyawan Aji di Jakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, sebagaI BUMN, PLN juga memberlakukan prosedur yang sama antara calon pegawai (karyawan) biasa dengan calon pegawai disabilitas.

Sesuai peraturan dalam bentuk SK Direksi tentang rekrutmen, kepada calon pegawai disabilitas diberikan sejumlah kemudahan, yaitu dalam operasional pelaksanaan ujian, mereka boleh didampingi dan disiapkan pendamping khusus dari pihak PLN selaku penguji, apabila diperlukan.

Baca juga: Ini 8 Instansi dan Formasinya yang Merekrut Disabilitas di CPNS 2019

Demikian juga untuk tes kesehatan, maka ujian dilakukan dengan mengakomodasi kondisi disabilitasnya.

Di tahun 2019 ini, papar Aji, ada 3 penyandang disabilitas yang sedang mengikuti pelatihan (training) sambil bekerja (on the job training) yang rata-rata memiliki kemampuan bekerja yang bagus kinerjanya, baik dalam hal soft competency maupun hard competency, yakni Maharezta Putra Perkasa di UP3 Klaten, Pelayanan Pelanggan, Rendra Aji Saputra di UIW Riau dan Kepri, Remunerasi dan Benefit, serta Willy Hendrawan di bidang Recruitment and Onboarding Development, Divisi Talenta Development.

Yang jelas, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan orang awam pada umumnya, termasuk dalam pekerjaan dan kewirausahaan (UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas).

Mengenai kriteria pelamar, salah satunya dicantumkan tentang persyaratan pelamar disabilitas.

Baca juga: Menhub Minta BUMN Transportasi Pekerjakan Penyandang Disabilitas

Disabilitas yang diperbolehkan adalah yang mengalami keterbatasan fisik, kelainan, kerusakan pada fungsi gerak yang diakibatkan oleh kecelakaan atau pembawaan sejak lahir (bukan disabilitas intelektual, mental, atau sensorik), dengan ketentuan mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran, dan berdiskusi.

Contohnya amputasi, celebral palsy (kelainan kongenital pada gerakan, otot, atau postur), dan orang kecil.

"Sebenarnya, tidak ada alasan untuk diskriminatif terhadap disabilitas. Semua orang berhak dan mempunyai aksesibilitas yang sama dalam proses rekrutmen di BUMN, termasuk meniti karier di perusahaan milik negara ini," kata Aji.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X