Masih Utang Rp 1,8 Triliun, Aset Duniatex Bakal Dijual Bank Mandiri

Kompas.com - 10/12/2019, 10:47 WIB
Duniatex KONTAN/Dok DuniatexDuniatex

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku perusahaan tekstil Duniatex masih memiliki utang sebesar Rp 1,8 triliun. Jumlah itu sisa dari total utang Duniatex ke bank pelat merah itu sebesar Rp 5,5 triliun.

Corporate Secretary Rohan Hafas mengatakan, macetnya pembayaran Duniatex akan memasuki kolektabilitas 3 alias tak lagi membayar utangnya sejak 4 bulan terakhir.

"Awal Januari masuk kolektabilitas 4, Februari masuk kolektabilitas 5," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Kredit Macet Naik, OJK Duga karena Duniatex

Dia pun mengungkap telah mengantongi nama investor yang berniat mengambil aset Duniatex. Sayang, Rohan belum mau menyebutkannya ke publik.

Saat ini kata Rohan, nilai total aset Duniatex yang dipegang oleh Bank Mandiri berjumlah 100 persen atau lebih dari Rp 1,8 triliun. coverage ratio Bank Mandiri pada agunan Duniatex berada pada level 160 persen.

"Sudah ada investor untuk mengambil aset Duniatex, tapi tak bisa diungkap ke publik sampai mana," ujar Rohan.

Hal itu juga dibenarkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar. Dia bilang, Bank Mandiri memang berencana menjual aset Duniatex kepada investor. Langkah ini dia lakukan untuk restrukturisasi kredit macet.

Baca juga: OJK Sebut Duniatex Punya Utang hingga Rp 22 Triliun

Apalagi bila dilihat secara persentase, aset Duniatex sangat mencukupi untuk menutup utang-utang di Bank Mandiri.

"Jadi Mandiri dengan segala cara berusaha untuk mendapatkan recovery dari penjualan aset. Kami akan dorong untuk penjualan aset, supaya kami bisa mendapat recovery sebaik-baiknya," kata Royke.

Royke menuturkan, upaya itu juga mampu membuat Bank Mandiri optimis dalam menjaga rasio kredit macet alias non-performing loan (NPL) di kisaran 2,53 persen hingga akhir tahun sejak menurun dari 3,01 persen di kuartal III 2019.

Baca juga: Utang Capai Rp 18,79 Triliun, Duniatex Jamin Tak PHK Pekerja



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

Whats New
Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Whats New
Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Rilis
Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Whats New
Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Whats New
Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Whats New
Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Whats New
Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Whats New
LPS Optimistis Tidak Ada Bank Gagal Sistemik Selama Covid-19

LPS Optimistis Tidak Ada Bank Gagal Sistemik Selama Covid-19

Whats New
Tokopedia Catat Pembelian Asuransi Gadget Naik 70 Kali Lipat dalam 2 Tahun

Tokopedia Catat Pembelian Asuransi Gadget Naik 70 Kali Lipat dalam 2 Tahun

Whats New
Erick Thohir Minta Masyarakat Mampu Bayar Vaksin Covid-19 Sendiri

Erick Thohir Minta Masyarakat Mampu Bayar Vaksin Covid-19 Sendiri

Whats New
Menkop UKM: Banyak Penerima Program Bansos yang Naik Kelas Jadi Usaha Mikro

Menkop UKM: Banyak Penerima Program Bansos yang Naik Kelas Jadi Usaha Mikro

Rilis
Kemendag: Masyarakat RI Beli Gula Lebih Mahal Dibanding Konsumen Global

Kemendag: Masyarakat RI Beli Gula Lebih Mahal Dibanding Konsumen Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X