Simak 10 Prinsip Jadi Pemimpin Hebat Ala CEO Walt Disney

Kompas.com - 11/12/2019, 08:30 WIB
CEO Walt Disney Company Bob Iger menghadiri acara Save The Childrens Centennial Celebration: Once In A Lifetime di The Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills, California, pada 2 Oktober 2019. Amy Sussman/Getty Images/AFPCEO Walt Disney Company Bob Iger menghadiri acara Save The Childrens Centennial Celebration: Once In A Lifetime di The Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills, California, pada 2 Oktober 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai CEO The Walt Disney Company, Bob Iger menghasilkan 66 juta dollar AS per tahun. Tapi mencapai masa-masa sukses bukanlah hal yang mudah untuk dirinya.

Sejak usia 13 tahun, Iger harus bekerja serabutan untuk menghidupi diri sendiri. Pria asal Long Island ini juga harus menjadi seorang remaja yang bekerja sebagai petugas kebersihan di distrik sekolahnya.

Dia mendapat posisi pertamanya di ABC Television sebagai pengawas studio pada usia 23 tahun. Hingga 31 tahun berikutnya, dia telah mengisi 20 posisi di jaringan televisi yang berbeda.

Baca juga: Para Miliarder Membuktikan, Lakukan 5 Hal Ini Bikin Anda Sukses

Setelah itu, dia diangkat menjadi CEO The Walt Disney Company tahun 2005.

"Saya telah menjadi pekerja paling rendah yang mengerjakan opera sabun di siang hari dan menjalankan jaringan televisi yang mneghasilkan beberapa televisi paling inovatif sepanjang masa," kata Bob Iger dikutip CNBC, Rabu (11/12/2019).

"Tidak hanya itu, saya dua kali mengalami perusahaan yang diambilalih saat saya bekerja di perusahaan itu. Tapi saya telah mengakuisisi dan mengasimilasi beberapa di antaranya Pixar, Marvel, film-Lucas, dan yang terbaru, 21st Century Fox," imbuh dia.

Lalu bagaimana caranya Iger memimpin tim sehingga bisa mencapai kesuksesan? Iger menguraikan 10 prinsip, yang menurutnya membantunya berhasil dan sangat penting bagi setiap pemimpin.

1. Optimis

Iger mengatakan, menjadi positif dan tetap positif adalah salah satu kualitas terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Optimis di sini maksudnya adalah memercayai diri sendiri dan kemampuan karyawan Anda.

Baca juga: Erick Thohir Akan Lebur Bisnis Sampingan BUMN, dari Hotel hingga Rumah Sakit

"Selalulah mengkomunikasikan hal-hal yang positif. Contohnya saja, Anda berkata pada banyak orang 'langit jatuh'. Hal tersebut akan membuat orang-orang di perusahaan suram karena merasa mendapat malapetaka. Jadi janganlah mengkomunikasikan hal-hal pesimis. Itu akan merusak moral," kata Iger.

2. Berani

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X