Kompas.com - 11/12/2019, 11:09 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Augustinus Rinus, mengatakan adanya sejumlah gap dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (pemda).

Dari total PNBP 2018, sebanyak Rp 46.000 miliar, Kabupaten Manggarai Barat hanya memperoleh Rp 6 miliar dari hasil penjualan tiket masuk di Taman Nasional Komodo.

"Perbedaan data kami dengan Taman Nasional Komodo itu ada selisih 46.000, dari 46.000 loss kita Rp 26,4 miliar. Ada perbedaan distribusi income yang tidak merata," ujarnya di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019).

"Mereka (pemerintah pusat) tahun lalu hampir Rp 34 miliar (Taman Nasional Komodo), kami Rp 6 miliar, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berdasarkan PP Nomor 14 Tahun 2014. Kami Perda Nomor 1 Tahun 2018, hanya Rp 6 miliar. Jadi gap-nya itu sangat besar," lanjut Augustinus.

Baca juga: Ada Wacana Jadi Rp 14 Juta, Ini Harga Tiket Masuk Pulau Komodo

Persoalan ini bermula dari lokasi titik penjualan tiket wisata TNK yang banyak dikuasai travel agen yang tidak terpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Karena begini, mereka kan menjual tiket retribusi di 4 titik, sedangkan kami hanya dua titik. Kami dua titiknya di Rinca dan Komodo. Kami menginginkan satu pintu di daerah ini, Labuan Bajo. Dikelola oleh Pemda dan TN Komodo," katanya.

Karena masalah tersebut, pihak pemerintah kabupaten meminta pemerintah pusat agar penjualan tiket serta pendataan jumlah kunjungan wisatawan dilakukan terpusat di Manggarai Barat.

"Ini yang kami dorong supaya pemerintah daerah kita minta satu pintu menuju Taman Nasional Komodo. Kalau itu tidak bisa, ya digitalisasi sekalian," ucapnya.

Permintaan digitalisasi atau satu pintu tersebut bertujuan agar data jumlah kunjungan keduanya sama. Setelah itu, daerah juga merasa memiliki pariwisata ini dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah yang cukup signifikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Whats New
Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru,  Mulai dari Cabai, Telur hingga Beras

Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru, Mulai dari Cabai, Telur hingga Beras

Whats New
Liburan Akhir Tahun tapi Dana Enggak Cukup? Simak Penawaran dari Bank Ini

Liburan Akhir Tahun tapi Dana Enggak Cukup? Simak Penawaran dari Bank Ini

Whats New
Akuisisi ASDP ke Penyeberangan Swasta Dinilai Positif untuk Perkuat Layanan

Akuisisi ASDP ke Penyeberangan Swasta Dinilai Positif untuk Perkuat Layanan

Whats New
Simak Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK Nakes yang Bakal Lolos

Simak Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK Nakes yang Bakal Lolos

Whats New
Ini Tiga Cara Kembalikan Kredibilitas Asuransi di Mata Masyarakat

Ini Tiga Cara Kembalikan Kredibilitas Asuransi di Mata Masyarakat

Whats New
Superindo Gandeng UGM dan Global Food Partners (GFP) Tingkatkan Ketersediaan Telur Bebas Kandang Sekat

Superindo Gandeng UGM dan Global Food Partners (GFP) Tingkatkan Ketersediaan Telur Bebas Kandang Sekat

Whats New
Sri Mulyani Pastikan Anggaran IKN Tak Berubah Meski UU IKN Direvisi

Sri Mulyani Pastikan Anggaran IKN Tak Berubah Meski UU IKN Direvisi

Whats New
Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Bisa di Bawah 5 Persen

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Bisa di Bawah 5 Persen

Whats New
GOTO ARB 10 Kali Berturut-turut, Harga Sahamnya Diperdagangkan Rp 93 per Lembar

GOTO ARB 10 Kali Berturut-turut, Harga Sahamnya Diperdagangkan Rp 93 per Lembar

Whats New
Upaya BCA dan BRI Cegah Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Berkedok Penipuan Terulang

Upaya BCA dan BRI Cegah Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Berkedok Penipuan Terulang

Whats New
Masih Merah, IHSG Awal Sesi Tinggalkan Level 6.800

Masih Merah, IHSG Awal Sesi Tinggalkan Level 6.800

Whats New
Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik hingga 2024, Ini Rincian Tarifnya

Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik hingga 2024, Ini Rincian Tarifnya

Earn Smart
Fintech Lending Modalku Catat Produk Pinjaman Khusus Karyawan Tumbuh 600 Persen

Fintech Lending Modalku Catat Produk Pinjaman Khusus Karyawan Tumbuh 600 Persen

Whats New
Sri Mulyani Beberkan Nasib Aset Negara Rp 1.464 Triliun saat Ibu Kota Pindah ke IKN

Sri Mulyani Beberkan Nasib Aset Negara Rp 1.464 Triliun saat Ibu Kota Pindah ke IKN

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.