Aksesibilitas Hambat Labuan Bajo Jadi Destinasi Super Premium?

Kompas.com - 11/12/2019, 12:21 WIB
Sejumlah kapal merapat di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/6/2016). KOMPAS/RADITYA HELABUMISejumlah kapal merapat di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/6/2016).

MANGGARAI BARAT, KOMPAS.com - Destinasi wisata Labuan Bajo oleh pemerintah akan diterapkan sebagai pariwisata dengan status destinasi super premium.

Namun, untuk status tersebut banyak sekali fasilitas umum yang harus dibenahi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Augustinus Rinus.

Oleh karenanya, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mengajukan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020.

"Kendala kita ini aksesibilitas, baik udara, laut maupun darat. Tahun depan, pemerintah pusat menganggarkan Rp 1,7 triliun untuk membangun aksesibilitas, terutama udara," kata Augustinus di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Tarik Wisatawan ke Labuan Bajo, Bank Indonesia Lakukan Jurus 3A-2P

Dikemukakan, bahwa aksesibilitas Bandara Udara Komodo saat ini masih diperlukan pembenahan. Salah satunya landasan pacu (runway) bandara yang masih belum memenuhi standar internasional.

"(Runway) bandara akan diperpanjang, diperlebar dan akan ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional," ujarnya.

Begitu pula dengan aksesibilitas laut, nanti akan dibangun wisata Manggarai bertaraf internasional dan Marina bertaraf internasional.

"Sesudah itu akses darat, lintas utara dan lintas selatan akan diselesaikan di tahun 2020," ucapnya.

Selain itu, masalah distribusi air yang masih belum terpenuhi secara keseluruhan. Penduduk di Manggarai Barat disebutkan terdapat 256.000 jiwa.

 

Baca juga: Tarik Wisatawan ke Labuan Bajo, Bank Indonesia Lakukan Jurus 3A-2P

Namun, yang aliran air yang ada saat ini hanya teraliri dengan kapasitas 120 meter kubik per liter detik.

"Persoalan kita adalah air. Ke depan, akan dialokasikan anggaran karena sumber mata air kita kapasitasnya 120 meter kubik per liter detik. Tahun depan, akan ditambahkan 60 meter kubuk per liter. Ya, mudah-mudahan 60 kapasitasnya ini ya bisa memenuhi air di Labuan Bajo," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X