Cerita Sri Mulyani Saat Pertama Luncurkan BLT: Ada yang Uangnya Dipakai DP Motor

Kompas.com - 11/12/2019, 17:08 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita ketika pertama kali dirinya merancang hingga merealisasikan program Bantuan Langsung Tunai ( BLT) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

BLT yang merupakan sistem jaring pengaman sosial dirancang dengan sangat cepat lantaran kala itu ada ancaman krisis pada era 2005 hingga 2006 akibat harga minyak mentah yang melonjak tajam. Hal itu menyebabkan kenaikan tarif listrik dan minyak yang bisa berdampak pada kenaikan harga-harga di pasar.

"Pemerintah sudah mulai menyusun dan mengembangkan program BLT pada masyarakat miskin. Program itu didesain dalam waktu yang sangat singkat," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Sri Mulyani pun mengatakan, kala itu Bank Dunia meragukan keberlanjutan dari program pemerintah yang didesain dengan begitu singkat.

Namun, pemerintah bersikuat kebijakan tersebut harus segera diberlakukan. Meski dalam impelementasinya, banyak terjadi kebocoran dan menimbulkan gesekan antar-tetangga di kalangan masyarakat.

"Bahkan ada yang dengan bangganya mengatakan uang yang dia dapatkan dari BLT digunakan untuk membayar DP kredit motor," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Dulu BLT, Kini Bantuan Uang Non-tunai

Dia pun mengakui, kala itu pemerintah memang belum memiliki database penduduk miskin yang sesuai fakta di lapangan. Pasalnya, dalam perumusan database, pemerintah pusat hanya mengandalkan data yang berasal dari lapisan terbawah pemerintah daerah.

Hingga saat ini, pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, program jaring pengaman sosial terus dikembangkan.

Tak lagi disalurkan secara tunai, Jokowi menggunakan kartu-kartu, seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Pekerja, hingga Kartu Sembako sebagai metode penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat miskin.

"Kita akan terus beri dukungan untuk memutus rantai kemiskinan. Memutus rantai kemiskinan itu misi penting dari social safety nett sehingga anak-anak miskin enggak akan terjebak jadi miskin juga," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X