Erick Thohir Larang BUMN Beri Suvenir Saat RUPS, Ini Alasannya

Kompas.com - 11/12/2019, 18:44 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir melarang pemberian suvenir atau sejenisnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS) pada Persero dan Rapat Pembahasan Bersama pada Perum.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Erick melarang hal tersebut karena mencium adanya itikad tak baik dalam pemberian suvenir.

“Ketika dijadikan aturan, Pak Erick melihat berarti ada sesuatu di situ,” ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Arya menjelaskan, selama ini suvenir yang diberikan perusahaan saat RUPS merupakan barang-barang yang bernilai.

Baca juga: Erick Thohir Larang BUMN Berikan Suvenir Saat RUPS

Kendati begitu, dia tak mau mengungkapkan barang-barang apa saja yang kerap diberikan perusahaan pelat merah saat menyelenggarakan RUPS.

“( Suvenir)yang dianggap ada nilainya. Kalau sekedar USB atau mug enggak perlu diatur. Kalau diatur berarti ada nilai tertentu,” kata Arya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menerbitkan larangan perusahaan-perusahaan BUMN memberikan suvenir atau sejenisnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Persero dan Rapat Pembahasan Bersama pada Perum.

"Dalam rangka efisiensi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), setiap penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham pada Persero dan Rapat Pembahasan Bersama pada Perum, dilarang untuk memberikan suvenir atau sejenisnya kepada siapapun," ujar Erick Thohir melalui Surat Edaran No. SE-8/MBU/12/2019 seperti dikutip dari Antara, Minggu (8/12/2019).

Baca juga: Erick Thohir Bakal Lebur Bisnis Perhotelan BUMN, Apa Dampaknya?

Erick juga menyebutkan bahwa khusus untuk Persero Terbuka, dalam rangka memastikan keterpenuhan kuorum penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham, dimungkinkan pemberian suvenir kepada pihak pemegang saham selain negara.

Namun, pemberian suvenir tersebut harus memperhatikan aspek kewajaran dan kepentingan perusahaan.

Surat Edaran Nomor SE-8/MBU/12/2019 tetang Larangan Pemberikan Souvenir atau Sejenisnya ditetapkan pada Kamis 5 Desember 2019 oleh Erick.

Maksud dan tujuan penerbitan Surat Edaran ini adalah untuk efisiensi dan perwujudan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik pada Persero dan Perum.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X