Apa Benar Perlambatan Ekonomi Global Pengaruhi Indonesia?

Kompas.com - 13/12/2019, 05:58 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. THINKSTOCKSIlustrasi pertumbuhan ekonomi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi perekonomian global belum terlihat membaik.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan yang terus melambat di beberapa negara dan berlanjutnya perang dagang AS-China dengan waktu lama.

Kepala Pusat Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia (UI) Mohamad Dian Revindo mengatakan, dampaknya boleh jadi tidak langsung mempengaruhi perekonomian Indonesia. Sebab, ekonomi nasional masih ditopang oleh konsumsi domestik.

Namun, Indonesia bisa terkena dampak melalui 3 jalur, yaitu jalur perdagangan, jalur investasi, jalur keuangan dan pasar modal. Proyeksi jalur perdagangan sudah lebih negatif ketimbang 2 jalur lainnya.

"Ekonomi global dikaitkan dengan Indonesia. Itu bisa berpengaruh ke Indonesia lewat jalur perdagangan. Buktinya ekspor melemah sementara mereka (negara dengan pertumbuhan melambat) akan mengekspor ke kita sebanyak-banyaknya," kata Mohamad di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca juga: Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Sementara, kata Mohamad, jalur investasi serta jalur keuangan dan pasar modal masih memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif.

Misalnya saja, negara dengan pertumbuhan ekonomi melambat akan mencari negara yang pertumbuhan ekonomi stabil untuk menaruh investasi. Akan tetapi, bisa jadi tak jadi masuk karena negara-negara tersebut dalam keadaan sulit.

"Jalur keuangan dan pasar modal juga sama. Bisa juga enggak masuk karena mereka sulit," ungkap Mohamad.

Di sisi lain, Mohamad melihat investor asing kerap keluar dari RI setelah mendapat satu kali perputaran investasi.

Hal itu terlihat dari angka investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) surplus sebesar 300 miliar dollar AS sedangkan pendapatan primer berada di angka 30 miliar dollar AS.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh Berkualitas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

"Investasi masuk, tapi dividen tidak lagi di sini. Artinya minat mereka untuk ekspansi di sini enggak ada. Setelah untung, terus keluar," tutur Mohamad.

Untuk itu, pemerintah perlu memperbaiki kemudahan berusaha agar menarik investor asing ekspansi ke Indonesia dan berujung meningkatkan perekonomian negara.

"Dari jalur investasi dan pasar modal coba cari jalan keluarnya. PR utama masih di enforcing contract, perizinan, dan masalah hak milik properti," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X