Optimisme Kesepakatan Dagang Bakal Bikin Rupiah Bergerak Positif

Kompas.com - 13/12/2019, 09:42 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot pada Jumat (13/12/2019) kembali mengalami penguatan.

Rupiah menguat 18 poin atau 0,12 persen pada level Rp 14.015 per dollar AS dibandingkan penutupan Kamis Rp 14.033 per dollar AS.

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra penguatan didorong oleh peryataan positif Presiden AS Donald Trump soal kesepakatan dagang melalui cuitan di Twitter.

"Rupiah mungkin bisa menguat lagi hari ini mengikuti pernyataan positif Trump mengenai negosiasi dagang," kata Ariston kepada Kompas.com.

Baca juga: Pergerakan Rupiah Akan Terdorong Dua Sentimen Eksternal

Dalam unggahan Trump di Twitter, ia menyebut kesepakatan dagang dengan China sudah dekat. Bahkan saat ini kedua negara sudah mencapai kesepakatan secara prinsip.

Di sisi lain Gedung Putih menyatakan akan memberikan penangguhan tarif terhadap barang China yang rencananya diberlakukan tanggal 15 Desember mendatang. Ini dilakukan menyusul China yang berkomitmen melakukan impor produk pertanian AS senilai 40 miliar dollar AS.

Sejauh ini, pelaku pasar masih menunggu komentar dari pemerintahan China terkait cuitan Trump tersebut.

"Pasar menunggu konfirmasi Tiongkok dan penangguhan tarif untuk tanggal 15 Desember dari AS. Kepastian Kesepakatan dagang AS Tiongkok menjadi sentimen positif untuk aset berisiko termasuk rupiah," ungkap Ariston.

Baca juga: Dibuka Melemah, Ini Proyeksi Rupiah Hari Ini

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penguatan rupiah akan terdorong oleh kebijakan The Fed yang cenderung dovish sehingga membuat pergerakan positif sebagian mata uang Asia termasuk rupiah.

"Rupiah turut ditopang oleh kebijakan Fed yang cenderung dovish sehingga mendorong penguatan yuan China dan sebagian besar mata uang Asia termasuk rupiah," kata Josua.

Josua menyebut dari sisi domestik yang mendorong rupiah bergerak menguat terbatas adalah penantian hasil rilis data ekspor impor serta neraca dagang November 2019 pekan depan oleh pelaku pasar.

Josua memproyeksikan rupiah akan berada pada rentang Rp 13.950 per dollar AS sampai dengan Rp 14.025 per dollar AS.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X