LIPI: Barang Impor Banjiri E-commerce Lokal Bisa Ancam Industri Domestik

Kompas.com - 13/12/2019, 13:34 WIB
Ilustrasi E-commerce SHUTTERSTOCKIlustrasi E-commerce

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan barang impor yang kini membanjiri marketplace atau e-commerce mengancam keberlangsungan industri lokal.

Hal ini terlihat dari tren impor barang konsumsi yang meningkat melalui e-commerce.

Data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatatkan sepanjang 2018, rata-rata jumlah barang kiriman impor melalui e-commerce meningkat 10,5 persen per bulan sedangkan dari sisi nilai transaksi melonjak 22 persen dari tahun sebelumnya .

"Tren tersebut terjadi akibat dari mudahnya konsumen Indonesia untuk membeli barang dari luar negeri. Bahkan beberapa platform ecommerce besar di Indonesia menyediakan fasilitas kepada penjual asing untuk membuka toko online di Indonesia," kata peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Nika Pranata, di LIPI Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Jaga E-Commerce Indonesia dari Serbuan Barang Impor, Indonesia Bisa Belajar ke China

Perkembangan e-commerce memang memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian di Indonesia.

Bahkan Bank Indonesia mencatat pada tahun 2018 nilai transaksi ecommerce formal mencapai lebih dari Rp 77 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, e-commerce juga banyak menyerap tenaga kerja.

Sayangnya karakteristik e-commerce yang tanpa batas memberikan ancaman serius bagi produsen dan penjual online di Indonesia dengan maraknya dan mudahnya produk impor dan penjual asing masuk ke pasar Indonesia.

Nika mengatakan ada dua alasan utama konsumen berbelanja langsung dari luar negeri. Yang pertama karena produknya langka di pasar Indonesia dan harganya barangnya yang relatif lebih murah jika dibeli dari luar negeri.

"Jika permasalahan ini tidak ditindaklanjuti dengan cermat, maka hal tersebut mengancam keberlangsungan usaha produsen dan penjual online di Indonesia," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.