Kenapa Vietnam Begitu Bergantung Benih Lobster dari Indonesia?

Kompas.com - 15/12/2019, 16:00 WIB
Upaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10/15). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini.  

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA)
01-10-2015

DIMUAT  2/10/15 HAL  18 *** Local Caption *** Upaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini.  

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA)
01-10-2015
FERGANATA INDRA RIATMOKOUpaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10/15). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA) 01-10-2015 DIMUAT 2/10/15 HAL 18 *** Local Caption *** Upaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA) 01-10-2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk merevisi aturan larangan penangkapan dan ekspor benih lobster dari Indonesia, menuai kontroversi.

Banyak orang menyayangkan jika larangan ekspor benih lobster yang diberlakukan sejak era Susi Pudjiastuti direvisi.

Menurut Edhy, dengan membebaskan ekspor benih lobster dengan ketetapan aturan, maka akan menurunkan nilai jual dari ekspor ilegal.

Politikus Partai Gerindra ini menyatakan, dengan membuka keran ekspor benih lobster dengan terstruktur akan meningkatkan nilai tambah masyarakat yang hidupnya bergantung pada penjualan benih lobster.

Vietnam sendiri jadi negara tujuan ekspor terbesar benih lobster dari Indonesia. Di sisi lain, negara ini jadi salah satu pengekspor lobster terbesar di dunia bersama Kanada, dimana sebagian benihnya didapat dari laut Indonesia.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Setarakan Ekspor Benih Lobster dengan Harga Brompton

Kepala Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Riyanto Basuki, menjelaskan alasan kenapa Vietnam sangat bergantung pada suplai benih lobster dari Indonesia.

" Lobster terutama dari jenis panulirus sp memang habitat paling cocok di laut daerah tropis, kemudian lautnya berkarang dan berpasir. Kondisi ini yang banyak sekali ditemukan di laut-laut Indonesia," terang Riyanto kepada Kompas.com, Minggu (15/12/2019).

Sementara di Vietnam, meski juga memiliki perairan, kurang banyak memiliki perairan yang ideal jika dibandingkan dengan Indonesia.

Benih lobster di Indonesia juga bukan berasal dari budidaya breeding (pembenihan), melainkan banyak ditangkap nelayan di alam bebas.

Benih-benih dari alam ini yang banyak dibutuhkan bagi petambak-petambak Vietnam untuk dibesarkan sebelum kemudian diekspor.

Baca juga: Syarat Edhy Prabowo soal Wacana Ekspor Benih Lobster....

Di aspek ini, perlu dibedakan antara pembenihan dengan pembesaran. Benih-benih lobster yang diimpor dari Indonesia, banyak dibudidayakan oleh petambak di Vietnam.

"Breeding dan pembesaran atau fattening kan berbeda. Vietnam setahu saya sudah menerapkan teknologi yang sudah lebih maju," jelas Riyanto.

"Pembesaran lobster kan juga ada di Indonesia. Nah, tinggal bagaimana kita bisa dorong nelayan di Indonesia bisa melakukan pembesarannya. Itu yang perlu digenjot," katanya lagi.

Sebelumnya, Menteri KKP Edhy Prabowo, beralasan ada permintaan yang tinggi dari Vietnam terhadap benih lobster.

Dulu, sekitar 80 persen kebutuhan benih lobster Vietnam berasal dari Indonesia. Namun, kini kebutuhan Vietnam itu justru dipenuhi oleh Singapura.

Atas pertimbangan itulah, Edhy berencana mencabut larangan benih lobster tersebut. Namun, pria asal Sumatera Selatan ini memberikan syarat soal ekspor benih lobster.

Pelaku usaha bisa ekspor jika sebagian benih lobster yang ditangkap dibesarkan di dalam negeri. Artinya, hanya 50 persen benih lobster yang ditangkap boleh diekspor.

Baca juga: Edhy Prabowo: Bagi yang Tak Setuju Ekspor Benih Lobster, Oke Kita Hormati

"Daripada di jual melalui perantara, kenapa enggak langsung. Dengan siapa nanti dijual apakah dengan koperasi atau ke siapa yang tau," kata Eddy.

"Kemudian langsung ke negara penerima benih daripada lewat perantara lagi, penyeludupan lagi. Kenapa kita enggak fokus pada si pemilik benih ini agar punya harga yang leboh besar?" tambahnya.

Di sisi lain, penerapan ekspor benih lobster pada masa Menteri KKP periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti dilarang keras. Hal ini lantaran dinilai akan menghancurkan ekosistem perkembangbiakan lobster di tanah air.

Namun demikian, Edhy memiliki caranya sendiri, agar ekspor benih lobster tetap menguntungkan.

"Sebagai misal kalau kita mau budidaya dalam negeri, kan ini untuk membangun wilayah budidaya harus memasang keramba dan menyiapkan tempatnya. Kan butuh waktu. Apa kita harus nunggu? Sementara mereka yang tadinya tergantung juga harus makan," ungkap Edhy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X